Puting beliung dan hujan es hantam Sumsel, puluhan rumah rusak
Puting beliung dan hujan es hantam Sumsel, puluhan rumah rusak. Hujan yang lebat juga merobohkan belasan pohon. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. "Cuaca ekstrim masih terjadi untuk beberapa hari ke depan, angin diperkirakan bisa sampai 30 knot," ujar BMKG.
Angin puting beliung disertai hujan es menghantam dua daerah di wilayah Sumatera Selatan. Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah dan fasilitas umum seperti sekolah dan masjid rusak.
Peristiwa pertama terjadi di Desa Bumi Makmur, SP 1B, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (14/9) malam. Sedikitnya dua rumah warga dan satu SMP rusak. Hujan yang lebat juga merobohkan belasan pohon. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.
Peristiwa langkah kembali terjadi di Desa Bamasco, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Kamis (15/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Di lokasi ini lebih parah karena tak hanya angin puting beliung tetapi juga disertai hujan es berukuran batu krikil selama 15 menit.
Peristiwa itu membuat warga panik. Cuaca tiba-tiba mendung dan langsung turun hujan disertai angin kencang. Tak lama kemudian, warga dikagetkan dengan hujan es yang turun menghantam rumah warga.
Akibat kejadian itu, sebanyak 84 rumah warga rusak parah di bagian atapnya. Puluhan pohon karet juga roboh menghantam akses jalan desa.
Kapolres Musi Rawas AKBP Herwansyah Saidi membenarkan kejadian itu. Menurut dia, saat ini warga dibantu instansi terkait mulai melakukan pembenahan terhadap rumah warga yang terdampak.
"Benar, tapi tidak ada korban jiwa. Warga mulai membereskan rumah-rumahnya," ungkap Herwansyah, Jumat (16/9).
Sementara itu, Kasi Observasi BMKG Kenten Palembang Indra Purna mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan agar warga Sumsel waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir, termasuk di wilayah Musi Rawas Utara dan Musi Rawas. "Cuaca ekstrim masih terjadi untuk beberapa hari ke depan, angin diperkirakan bisa sampai 30 knot," ujar Indra.
Terkait adanya hujan es yang terjadi di Musi Rawas, menurut Indra hal itu terjadi karena hantaman angin kencang ke awan columunimbus yang belum sempurna terbentuk. Awan tersebut biasanya berada di permukaan. "Ini memang kejadian langkah, tapi tetap bisa terjadi saat cuaca ekstrim. Ini perlu diwaspadai warga," tukasnya.(mdk/eko)