LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puti Guntur: Smart kampung akan jadi program unggulan kami

Puti berjanji akan menjadikan program smart kampung menjadi program unggulannya bersama pendampingnya calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

2018-01-27 13:34:49
Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri
Advertisement

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno berkeliling Banyuwangi dan melihat langsung penerapan program inovasi smart kampung di Banyuwangi, tepatnya di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (27/1).

"Mampir ke Banyuwangi, memang ingin tahu bagaimana konsep smart kampung diterapkan di desa-desa Banyuwangi. Seperti kita tahu Banyuwangi kan indeks desa membangunnya tertinggi kedua setelah Kota Batu," ujar Puti.

Ternyata, lanjut dia, terbukti memang konsep pelayanan ini cepat dan praktis. Warga tidak perlu jauh-jauh ke kota, semua bisa dilakukan secara terpadu dan online di desanya masing-masing.

Advertisement

"Tadi saya sempat buka-buka ada pelayanan membuat keterangan nikah, KTP, akta kematian, dan akta kelahiran. Cukup dengan sekali klik. Juga ada petugas yang membantu," paparnya.

Selain itu, juga ada perpustakaan IT, dan juga perdagangan UMKM bisa dilakukan secara online di balai desa.

"Sistem ekonomi yang konvensional bisa dilakukan dulu secara offline menjadi online. Jadi konsep smart kampung, bagaimana muatan lokal tetap dijaga secara kultur dan sistem kerjanya mengikuti perkembangan zaman di era digital ini," ujarnya.

Advertisement

Tidak tanggung-tanggung, Puti berjanji akan menjadikan program smart kampung menjadi program unggulannya bersama pendampingnya calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

"Inovasi ini layak menjadi percontohan bagi daerah-daerah lainnya. Saya akan berdiskusi dengan Bupati Abdullah Azwar Anas terkait penerapan inovasi ini," ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Pemerintah Desa Kabupaten Banyuwangi Ahcmad Faisol mengatakan smart kampung telah berhasil memotong birokrasi jauh lebih efektif. "Kalau kita mengurus surat miskin dulu butuh waktu 4 - 6 hari. Sekarang hanya sekitar 30 menit selesai," katanya.

Lanjut Faisol, ada sekitar 130 desa dari 189 desa di Banyuwangi yang menerapkan smart kampung. "Desa smart kampung ini pada intinya memanfaatkan IT. Semua terkoneksi dengan website yang telah dibangun pemerintah daerah. Ke depan yang semula menggunakan wifi akan diganti optik. Jadi akan lebih mudah dan terjangkau," katanya.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.