Purna Tugas Wali Kota, FX Rudy Pimpin Upacara HUT ke-276 Kota Solo
Acara peringatan HUT Solo ke 276 ini juga dimanfaatkan untuk ajang perpisahan dan melepas wali kota dan wakil wali kota oleh para ASN (aparatur sipil negara).
FX Hadi Rudyatmo mengakhiri masa tugasnya sebagai Wali Kota Solo, hari ini. Kendati demikian, politisi PDIP itu masih disibukkan dengan sejumlah tugas dan kegiatan. Sangat kebetulan, akhir jabatan Rudy bertepatan dengan ulang tahun Kota Solo ke-267. Sehingga ia pun harus memimpin upacara peringatan di halaman balai kota.
Acara peringatan HUT Solo ke 276 ini juga dimanfaatkan untuk ajang perpisahan dan melepas wali kota dan wakil wali kota oleh para ASN (aparatur sipil negara).
"Hari ini saya dipercaya untuk menjadi memimpin apel upacara hari jadi ke 276. Saya sekalian pamitan. Untuk tugas wali kota sudah diserahkan ke pak Sekda. Kalau selama 7 hari ini tidak ada pelantikan harus ada pejabat (PJ). Karena kalau tidak ada, maka bisa dipastikan ASN tidak akan menerima gaji," ujarnya.
Rudy mengatakan, hingga saat ini belum ada rencana pelantikan wali kota yang baru, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa. Sehingga selama 7 hari ke depan pelaksana harian wali kota akan dipegang oleh Sekda Ahyani.
"Jika tidak ada pelantikan maka gubernur harus menunjuk pejabat wali kota hingga pelantikan wali kota yang baru," katanya.
Usai memimpin upacara Rudy dan Purnomo diantar pulang para ASN. Mereka duduk dalam satu bus milik pemerintah kota. Bus yang beriringan dengan sejumlah Batik Solo Trans (BST) itu kemudian melaju ke arah jalan Bhayangkara, untuk mengantar Purnomo. Baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Juanda menuju kediaman Rudy, di Kelurahan Pucangsawit.
“Tidak ada perpisahan. Yang ada saya dan pak Pur memberikan pelayanan di luar rumah besar Pemerintah Kota Solo. Saya dan pak Pur tidak akan ke mana-mana, tetap di Solo," ucap Rudy sebelum meninggalkan balai kota.
Suasana haru terlihat saat bus meninggalkan halaman balai kota. Tak sedikit pegawai yang merasa kehilangan.
"Saya merasa terharu dengan kepemimpinan beliau, sangat menusuk di hati. Artinya bekerja dengan hati. Namun kami bagi orang Jawa dengan penuh lembah manah (rendah hati) tidak membedakan satu dengan yang lainnya. Dengan berakhirnya masa kerja beliau,kami merasa kehilangan," kata Bambang Hastanto, salah satu pegawai pemkot.
Baca juga:
FX Rudy Minta Gibran Tidak Alergi Dikritik
Kasus Penularan Covid-19 Turun Drastis, Solo Masuk Zona Oranye
Apresiasi FX Rudy-Purnomo, PKS Kini Siap Kritisi Kinerja Gibran-Teguh di Solo
Selesai Jadi Wali Kota Solo, FX Rudy Mengaku Tidak Akan Meninggalkan Dunia Politik
Jelang Pensiun, Muncul Sejumlah Mural Bergambar FX Rudy di Solo
FX Rudy: Terlalu Dini Bicara Gibran Ikut Pilgub DKI Jakarta