LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan rumah di bibir pantai Aceh Selatan terancam amblas

Ancaman ini lantaran gelombang tinggi yang terjadi akhir-akhir ini.

2016-06-13 13:27:56
Gelombang pasang
Advertisement

Tingginya gelombang masih terjadi di sepanjang bibir pantai yang masuk wilayah Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Akibat hal ini, puluhan rumah warga di sana terancam amblas ke laut akibat abrasi.

Tokoh masyarakat Kluet Raya, Zaiton Ludny di Tapaktuan menyatakan, kondisi lahan permukiman penduduk di Dusun Pasie Desa Kuala Ba'u semakin mencemaskan karena terus menerus digerus gelombang pasang.

"Jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka dampaknya akan semakin meluas, karena selain rumah penduduk puluhan hektare lahan perkebunan milik warga juga terancam amblas, katanya, Senin (13/6).

Sebelumnya, hanya sembilan rumah penduduk dan satu lembaga pendidikan pasantren terancam amblas ke laut. Namun saat kini jumlahnya telah bertambah, hingga mencapai puluhan unit rumah karena ombak besar setinggi tiga meter terus menerjang wilayah daratan sehingga abrasi semakin melebar.

Gelombang pasang dari laut Samudera Indonesia itu intensitasnya terus meningkat sejak satu bulan terakhir, bersamaan dengan tejadinya gelombang pasang di beberapa wilayah lainnya di sepanjang pantai barat Provinsi Aceh.

"Selain itu hantaman gelombang dan abrasi laut juga telah memporak porandakan lahan pemukiman warga yang selama berpuluh-puluh tahun dihuni," kata Zaiton Ludny yang juga mantan Sekretaris DPD II KNPI Aceh Selatan kepada Antara.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Aceh Selatan Rahmat Humaidi mengatakan, pihaknya sudah menangani sebagian kasus yang telah dilaporkan warga seperti di Desa Lhok Bengkuang Timur dan Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan.

"Kita akan tangani sepanjang tersedia fasilitas dan kondisi ini sudah kita sampaikan ke berbagai pihak termasuk kepada atasan kami, dengan harapan segera meminta bantuan ke pemerintah pusat," katanya.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.