LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan remaja bawa sajam diamankan saat akan tawuran di Depok

"Orangtua juga kami panggil dan membuat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi," kata Kapolres Depok.

2015-06-23 14:10:26
Tawuran
Advertisement

Patroli rutin yang digelar jajaran Polresta Depok, dinihari tadi berhasil menggagalkan aksi tawuran yang melibatkan puluhan remaja. Mereka sedang berkumpul di sekitar taman Lembah Gurame, Pancoran Mas, Depok sekitar pukul 03.00 WIB. Menjelang waktu sahur itu memang jam rawan terjadinya tawuran sehingga petugas melakukan patroli rutin.

Setidaknya ada 38 remaja yang berkumpul di lokasi itu dan hendak melakukan tawuran. Karena dari tangan mereka berhasil diamankan senjata tajam (sajam).

"Aksinya bisa kita cegah ketika kami melakukan patroli. Puluhan remaja sedang berkumpul dan kami gagalkan aksinya (tawurannya)," kata Kapolresta Depok AKBP Dwiyono, Selasa (23/6).

Ketika tepergok petugas, gerombolan remaja sempat membuang sajam yang dibawanya ke semak-semak. Namun petugas berhasil menemukan. Sajam yang ditemukan berupa parang dan gir. "Senjata sudah mereka persiapkan untuk tawuran," ungkapnya.

Puluhan remaja itu kemudian dibawa ke kantor polisi untuk didata. Mereka disuruh membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi aksinya. "Orangtua juga kami panggil dan membuat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi," katanya.

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Yogo Tri Hendiarto menuturkan, untuk mencegah tawuran harus dilakukan identifikasi masalah dengan cara melakukan pemetaan. Kemudian dicari solusi mekanisme damai. Masyarakat juga harus mau menjaga keamanan lingkungannya.

"Konsekuensi dari keinginan agar tercipta dengan adanya pemetaan maka sudah ada upaya identifikasi masalah. Tinggal bagaimana kerjasama antara masyarakat dengan petugas," katanya.

Dia menuturkan, tugas menjaga keamanan jangan hanya dibebankan pada kepolisian saja. Tapi harus ada keterlibatan konkret masyarakat. "Nggak akan bisa kalau jalan sendiri-sendiri. Kuncinya ya komitmen dan konsisten," katanya.

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.