LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan Pesantren & Mantan Anggota GAM di Pidie Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Hal ini diungkapkan oleh pengurus Dayah Ikramul Fatah, Tengku Haji Muhibudin Husein Syeikh di hadapan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto.

2019-03-08 15:24:30
Jokowi
Advertisement

Sebanyak 25 pesantren dan ratusan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Pidie, Aceh menyatakan siap memenangkan Paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Hal ini diungkapkan oleh pengurus Dayah Ikramul Fatah, Tengku Haji Muhibudin Husein Syeikh di hadapan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto.

"Kami 25 dayah (pesantren) siap memenangkan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Kami juga ratusan jangan-jangan, GAM juga siap memenangkan 70 persen di Pidie," tukas Muhibudin di Dayah Ikramul Fatah, Kabupaten Pidie, Aceh, Jum’at (8/3).

Advertisement

Muhibudin menjelaskan, pihaknya juga sudah pernah bekerja untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2014. Ia menilai, masyarakat Pidie sangat antusias untuk kembali mengalahkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Untuk Pilpres kali ini, insyaallah kami bersama dengan PDIP dan TKD Aceh, siap memenangkan 70 persen di Aceh untuk Jokowi-Ma'ruf," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi, Lukmanul Hakim mendorong pendukung Paslon 01 di Aceh untuk melawan hoaks dan fitnah. Menurutnya, rakyat Aceh, khususnya di Pidie, sangat membenci fitnah dan mencintai ulama.

Advertisement

"Dan fitnah-fitnah yang menyebar, yang ditujukan pada paslon 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin, telah kami sampaikan dan telah kami luruskan tadi. Masyarakat Aceh juga menyadari bahwa fitnah dapat merusak dan memorakporandakan secara sejarah," tuturnya.

Dia menjelaskan, isu SARA juga sering digunakan untuk menyerang Jokowi. Misalnya, seperti puisi pendukung Prabowo-Sandi, Neno Warisman, yang menurut Lukmanul telah mempolitisasi doa Nabi Muhammad SAW untuk kepentingan Pilpres.

"Doa itu memang pernah dibacakan rasullullah, tapi konteksnya doa itu dibacakan ketika menghadapi orang kafir quraish. Ini perang pilpres, bukan perang bunuh-bunuhan, di hadapan para kiai dan pesantren, dan alhamdulillah mereka memahami," jelas Lukmanul.

Reporter: Ratu Annissa Suryasumirat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Saat Jokowi Naik KRL, Penumpang Curhat Minta Rangkaian Kereta dan Gerbong Ditambah
Membandingkan Survei Internal Gerindra dengan Hasil Sejumlah Lembaga Survei
Jan Ethes Pilih Lebih Mirip Jokowi Ketimbang Gibran Rakabuming
Di Mal Lampung, Jokowi Beli Sepatu Buat Ethes, Iriana Hadiahi Boneka ke Sedah Mirah
TKN Nilai Klaim BPN Prabowo Unggul dari Jokowi Sekadar Hibur Diri
Jokowi: Jalan Tol Trans Sumatera Dari Aceh Sampai Lampung Selesai 2024
Presiden Jokowi: Rapel Kenaikan Gaji PNS 5 Persen Cair Awal April

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.