LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan Makam Jenazah Covid-19 di Bekasi Amblas Setengah Meter

Kepala UPTD TPU Mangunjaya, Milun menduga amblasnya puluhan makam hingga 50 sentimeter itu karena intensitas hujan yang tinggi. Padahal kedalaman tanah untuk makam tersebut sudah sesuai prosedur yakni sedalam 1,5 meter.

2021-11-12 18:10:36
Covid-19
Advertisement

Video yang memperlihatkan puluhan makam amblas di TPU Mangunjaya, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi beredar di media sosial.

Dari video tersebut, terlihat tanah di beberapa makam mengalami penurunan. Bahkan ada juga makam yang amblas dan retak-retak.

Kepala UPTD TPU Mangunjaya, Milun mengatakan, puluhan makam tersebut amblas sejak Kamis (11/11) kemarin. Makam yang amblas merupakan makam jenazah Covid-19 dan umum yang lokasinya berdekatan.

Advertisement

"Amblas dari kemarin. Banyak yang amblas, ada sekitar 20 makam yang amblas. Makamnya campur, ada yang Covid, ada yang buat umum," katanya, Jumat (12/11).

Milun menduga amblasnya puluhan makam hingga 50 sentimeter itu karena intensitas hujan yang tinggi. Padahal kedalaman tanah untuk makam tersebut sudah sesuai prosedur yakni sedalam 1,5 meter.

Advertisement

"Kalau makam Covid dalamnya 1,5 meter. Amblasnya itu 50 centimeter. Semuanya makam baru, umur makamnya sekitar tiga bulan," katanya.

Selain karena hujan, lanjut Milun, tekstur tanah di makam tersebut yang sebelumnya keras dan kering saat musim kemarau, menjadi hancur ketika hujan. Karena tanah yang kering akan menyusut ketika diguyur hujan deras.

"Kalau makam baru begitu, tanahnya waktu itu kan musim kemarau, tanahnya masih keras, pas kena air jadi hancur," ucapnya.

Soal adanya kemungkinan penyebab amblasnya makam Covid karena peti jenazah lapuk, Milun langsung membantah. Menurutnya, meski amblas namun peti zenazah masih dalam keadaan utuh.

"Kalau peti mah aman. Enggak perlu peti baru lagi. Jenazahnya juga aman," katanya.

Pada makam yang amblas, pihak UPTD menambahkan tanah dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter dan dipadatkan kembali.

"Sekarang mah sudah rapi lagi. Tinggal tambah tanah lagi. Dua hari penanganan selesai, sudah rapi semua," ucap Milun.(adi nugroho)

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.