LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan mahasiswa Purwokerto demo dukung buruh mogok nasional

Mereka menolak PP Pengupahan.

2015-11-26 19:04:27
Demo Mahasiswa
Advertisement

Puluhan mahasiswa di Purwokerto, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa untuk Buruh (Gemuruh) demonstrasi mendukung mogok buruh yang digelar 24-27 November 2015.

Dalam demo yang dilaksanakan di Alun-Alun Purwokerto, Kamis (26/11), mahasiswa meminta pemerintah mencabut PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, karena dinilai menyengsarakan kaum buruh.

"PP ini memangkas kenaikan gaji buruh per tahun. Selain itu, PP ini akan mematok kenaikan upah buruh sesuai dengan inflasi negara. Secara tidak langsung, kesejahteraan buruh semakin terancam," ujar Koordinator Aksi Gemuruh, Thomi Adam.

Dia mengemukakan upah murah adalah masalah bagi semua orang. Saat ini, lanjutnya, dengan intensitas kerja buruh yang tinggi ternyata tidak berbanding lurus dengan pendapatan untuk pemenuhan hidup sehari-hari buruh.

"Padahal faktanya, saat ini harga kebutuhan pokok naik tinggi dan membuat buruh kesulitan dalam menghidupi dirinya," ujarnya.

Karena itu, mereka meminta kepada pemerintah untuk juga menghentikan skema politik upah murah. Aksi yang berjalan damai tersebut diikuti beberapa elemen organisasi mahasiswa seperti Front Mahasiswa Nasional (FMN), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan "Tolak Upah Murah", "Mendukung Mogok Buruh", "Cabut PP no 78 Tahun 2015". Kegiatan aksi tersebut sempat menarik masyarakat yang melintas di Alun-Alun Purwokerto. Meski begitu, aparat keamanan menjaga aksi tersebut sejak mulai hingga selesai.

Sebelum selesai, perwakilan mahasiswa membacakan tuntutannya, yakni cabut PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, hentikan tindak kekerasan dan bentuk tekanan lainnya terhadap buruh dan rakyat, hapuskan outsourcing, hentikan skema politik upah murah, berikan jaminan kesehatan dan pendidikan bagi buruh dan keluarga serta wujudkan reforma agraria dan bangun industri nasional yang berdaulat.

Akhirnya, aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut selesai menjelang maghrib.

Baca juga:
Mahasiswa ingatkan Presiden Jokowi soal Nawacita
Unjuk rasa anti tambang, 2 warga Banyuwangi dikabarkan tertembak
Demo tolak penambangan emas di Banyuwangi ricuh, 4 orang terluka
Perda Gepeng Yogyakarta dianggap celah buat tindakan semena-mena
Anjing ini jadi simbol penolakan rakyat Bolivia atas Evo Morales

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.