LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan mahasiswa Papua tuntut kemerdekaan

"Papua, merdeka, Papua merdeka, Papua merdeka. Bapak bukan merah putih, Bapak bintang kejora !!!!" teriak Frans.

2013-06-10 11:15:56
Krisis Papua
Advertisement

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)melakukan aksi demonstrasi di bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Senin (10/6). Dalam aksi tersebut para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Solo dan sekitarnya membawa spanduk bertuliskan "mendukung Papua Barat menjadi anggota, Melanesyan Spearhear Group (MSG).

Mereka juga mengusung poster-poster korban kekejaman dan pelanggaran HAM, dan poster bergambar bendera bintang kejora. Dalam orasinya, mahasiswa menyerukan rakyat Papua ingin merdeka dari Indonesia.

Frans Hisage, koordinator aksi yang juga mahasiswa Unisri Solo tersebut mengatakan, rakyat Papua yang telah lama menderita berhak untuk menentukan nasibnya sendiri. Satu-satunya jalan untuk menyejahterakan rakyat Papua adalah merdeka.

"Papua, merdeka, Papua merdeka, Papua merdeka. Bapak bukan merah putih, Bapak bintang kejora !!!!" teriak Frans, disambut meriah peserta demonstrasi lainnya.

Dalam pernyataan sikap itu mahasiswa menuntut agar Papua Barat khususnya bisa menjadi anggota Melanesyan Spearhear Group (MSG), yakni sebuah forum bilateral negara-negara rumpun Melanesia, yang menganggap persoalan Papua merupakan persoalan sesama rumpun Melanesia dan berada di bawah koloni Indonesia.

"Momen ini sangat tepat, karena saat ini sedang berlangsung MSG Summit di kota Noumea, New Caledonia. Salah satu pembahasannya adalah proposal West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL). Kita mengajukan diri menjadi anggota MSG," kata Frans.

Mereka juga mendesak Indonesia untuk membuka ruang demokrasi dan memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri sebagai hak demokrasi bagi rakyat Papua. Setelah puas melakukan aksi, puluhan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.