LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan aktivis di Medan gelar aksi peringati 14 kematian Munir

Dalam unjuk rasa itu, Aliansi Solidaritas Peduli Munir menggelar aksi teatrikal pembunuhan Munir. Mereka juga menaburkan bunga ke keranda yang dibawa. Aksi diakhiri dengan membagikan kembang kepada pengendara yang melintas di sana.

2018-09-07 18:06:12
kasus munir
Advertisement

Sejumlah aktivis di Kota Medan menggelar aksi refleksi 14 tahun kematian pejuang Hak Asasi Manusia, Munir sore ini. Mereka menuntut negara bertanggung jawab dan mengungkap tuntas kasus itu.

Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Peduli Munir ini melakukan aksinya dengan cara orasi, dan membentangkan spanduk serta poster-poster bergambar Munir. Mereka juga membawa keranda sebagai simbol matinya keadilan.

"Sudah 14 tahun kematian Munir, sampai saat ini pemerintah belum juga bisa mengungkap siapa di balik dari kematian Munir," kata Putra Saptian, koordinator aksi di bundaran depan Kantor Pos Besar, Jalan Balai Kota, Medan, Jumat (7/9).

Advertisement

aktivis peringati 14 tahun kematian munir ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Advertisement

Menurut Putra, negara harus bertanggung jawab untuk memberi keadilan bagi seluruh rakyatnya, termasuk terkait kasus kematian Munir. Terlebih sebelumnya tim pencari fakta (TPF) yang dibentuk pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyerahkan hasil kajiannya yang menyimpulkan kematian Munir disebabkan pemufakatan jahat.

"Namun, pemufakatan jahat itu belum bisa terbuka secara jelas, karena TPF kesulitan mengakses informasi," sebut Putra.

aktivis peringati 14 tahun kematian munir ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Aliansi Solidaritas Peduli Munir menuntut agar dalang pembunuhan Munir dicari dan diungkap secepatnya. Mereka pun meminta agar dibentuk kembali TPF yang independen dab bebas intervensi. Dokumen TPF yang lalu juga harus diungkap kepada publik.

Dalam unjuk rasa itu, Aliansi Solidaritas Peduli Munir menggelar aksi teatrikal pembunuhan Munir. Mereka juga menaburkan bunga ke keranda yang dibawa. Aksi diakhiri dengan membagikan kembang kepada pengendara yang melintas di sana.

Baca juga:
Kabareskrim Polri tegaskan tak pernah tutup kasus Munir
Amnesty Internasional: Kasus kematian Munir tak ada kedaluwarsa
Bareskrim bisa buka rekaman Pollycarpus dan Muchdi PR untuk selidiki kasus Munir
Kabareskrim soal kasus Munir: Menyidik dan membuktikan aktor itu tidak mudah
Pollycarpus bebas, Kapolri perintahkan Kabareskrim teliti kembali kasus Munir

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.