Pulang Tahun Baruan, Pemuda di Kupang Babak Belur Dikeroyok Orang Tak Dikenal
Awalnya korban bersama Rian Kase (18) dan Melianus Maramon (17), yang juga warga Desa Tuatuka, Kabupaten Kupang dalam perjalanan hendak pulang ke rumah.
Geovani Johan Giri (17), seorang pelajar di Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT mengalami sejumlah luka pasca dikeroyok.
Ia dkeroyok sekelompok orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (2/1) sekitar pukul 02.00 Wita di desa Oesao. Saat itu korban baru pulang silaturahmi tahun baru.
Pengeroyokan ini dilaporkan kerabat korban, Thomas Zedekia Kapitan (47), warga Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, sesuai laporan polisi nomor LP/B/02/I/NTT/Res Kupang.
Awalnya korban bersama Rian Kase (18) dan Melianus Maramon (17), yang juga warga Desa Tuatuka, Kabupaten Kupang dalam perjalanan hendak pulang ke rumah.
Saat melintasi di lokasi kejadian, korban dipanggil oleh seorang terlapor. Terlapor tersebut menuduh dan bertanya kalau korban pernah menyerempetnya dengan sepeda motor.
Mendengar perkataan terlapor, korban balik bertanya kepada terlapor dan menanyakan kapan ia menyerempet terlapor.
Tiba-tiba datang beberapa terlapor lainnya dan langsung menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan kepalan tangan ke arah kepala, hidung dan wajah korban.
Rekan-rekan korban hanya bisa melihat dan tidak bisa membantu korban. Korban mengalami luka robek pada bagian jari tangan kiri, memar dan bengkak pada hidung, sakit pada kepala dan leher bagian belakang.
Humas Polres Kupang, Aipda Lalu Randy Hidayat mengakui kalau kasus ini masih ditangani pihak kepolisian.
"Terlapor atau para pelaku masih lidik. Kita berusaha mencari pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya, Minggu (2/1) pagi.
Korban sudah menjalani visum dan diperiksa penyidik kepolisian.
Baca juga:
Curhat Penumpang Taksi Dikeroyok Jadi Korban Salah Sasaran
Aniaya Wasit Liga 3, Enam Pemain Sepakbola Sidrap Ditetapkan Jadi Tersangka
VIDEO: Duduk Perkara Pengeroyokan Karyawan Anteraja Diduga Berawal Saling Sindir
Lerai Perkelahian, Kades di Tangerang Malah Dipukuli
Tak Terima Ditegur karena Knalpot Bising, Pejudo Pukuli Warga Bogor
Sakit Hati, Pria di Makassar Ajak Tiga Teman Habisi Pelaku Perundungan