Pulang dari sawah, Tingad histeris lihat suami gantung diri di dapur
Pulang dari sawah, Tingad histeris lihat suami gantung diri di dapur. Kuat dugaan, suaminya gantung diri lantaran tidak kuat menahan sakit yang tak kunjung sembuh.
Sepulang dari sawah, Ni Nyoman Tingad (56) berteriak histeris mendapati suaminya tergantung dengan lidah menjulur di dapur rumahnya, Selasa ( 7/3). Warga di lingkungan Banjar Alas Teruna, Desa Payangan, Tabanan langsung berdatangan mendengar teriakan Tingad.
Suami Tingad, I Made Candra (65) didapati sudah tidak bernyawa, gantung diri menggunakan tali plastik warna biru. Istri korban menceritakan, sejak suaminya menderita kencing manis, semua urusan di sawah ditanganinya. Kuat dugaan, suaminya gantung diri lantaran tidak kuat menahan sakit yang tak kunjung sembuh.
"Dulu suami saya pernah dioperasi karena ada benjolan tumbuh daging di dalam perutnya. Dia kena kencing manis," singkat Tingad, di Tabanan, Bali.
Menurut Dokter Puskesmas kecamatan Marga, Ni Luh Putu Ekaningsih, dari pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan luka lecet pada lutut bagian dalam sebelah kiri, lidah menjulur, keluar sperma dari kemaluan dan tidak ditemukan tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, kuat dugaan kalau korban mengambil jalan pintas lantaran menderita penyakit kencing manis yang tak kunjung sembuh. Atas kejadian ini, pihak keluarga mengikhlaskannya. Candra langsung disemayamkan dan akan dilakukan upacara pengabenan ataupun penguburan.
(mdk/noe)