LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PT Pusri ogah disalahkan terkait asap yang menutupi gerhana

Meski hari ini produksi, PT Pusri membantah mengeluarkan asap hingga mengganggu pemantauan gerhana.

2016-03-09 13:52:48
Gerhana Matahari
Advertisement

Tudingan warga dan turis yang kesal tak bisa menyaksikan secara maksimal gerhana matahari total (GMT) karena tertutup kepulan asap PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang, dibantah keras pihak manajemen. Perusahaan itu berdalih tak mengeluarkan asap apalagi sampai mengganggu penampakan fenomena langka tersebut.

Manajer Humas PT Pusri Palembang Sulfa Ganie mengungkapkan, asap tersebut bukan dari perusahaannya. Jika pun ada asap dari pabrik PT Pusri, itu merupakan uap steam yang tidak mengganggu penglihatan GMT.

"Hari ini tetap beroperasi, tapi perusahaan kami tidak mengeluarkan asap. Mana mungkin sampai mengganggu orang lihat GMT," ungkap Sulfa saat dihubungi merdeka.com, Rabu (9/3).

Menurut dia, PT Pusri sudah mengantongi berbagai izin baik kelaikan lingkungan maupun perizinan lain dari instansi terkait.

"Coba tanya BLH (Badan Lingkungan Hidup), mereka bilang Pusri memang tidak ada asap," kata dia.

Seharusnya, kata dia, pemerintah tidak menggelar nonton GMT di Jembatan Ampera. Sebab, di kawasan tersebut memang banyak terdapat awan karena berada di perairan.

"Coba jangan di sana (Jembatan Ampera), cari sudut lain. Saya lihat di Sei Lais, di sana GMT-nya bagus, kelihatan semua, tidak ada yang menutupi," kata dia.

Dia menambahkan, tudingan turis asing tersebut tidak bakal berpengaruh terhadap produktivitas PT Pusri sebagai perusahaan penyuplai pupuk nasional.

"Tidak rugi sama sekali, produksi jalan terus," tutupnya.

Baca juga:
Di Sunda, gerhana dimaknai kegalauan antara bumi dan matahari
Bicara soal gerhana, Gus Ipul bercerita tentang Batara Kala
Perangko edisi gerhana matahari seharga Rp 100.000 laris manis
PT Pusri ogah disalahkan terkait asap yang menutupi gerhana
5.000 lebih warga padati Bosscha Bandung demi melihat gerhana

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.