PT Mayasari Bakti: Pencurian bus Transjakarta kelalaian sekuriti
Langkah selanjutnya petugas sekuriti akan ditindak tegas, sanksi tersebut akan menunggu investigasi berupa surat peringatan I (SP I), surat peringatan II (SP II), hingga diberhentikan.
Asisten Direktur PT. Mayasari Bakti, Akhmad Zulkifli menjelaskan kronologi pencurian bus milik operator PT. Transjakarta. Dari salah satu keterangan sekuriti, bus tersebut keluar pada pukul 14.00 WIB dari pool Mayasari Bakti tanpa menggunakan surat perintah jalan (SPJ), Selasa (27/7).
Kemudian pada Rabu (26/7) pukul 02.30 WIB, bus tersebut tidak ada di pool Mayasari Bakti. Melihat hal tersebut, PT. Mayasari Bakti langsung melakukan rapat koordinasi internal yang melibatkan semua, termasuk teknisi, staf, dan sekuriti. Pada pukul 08.50 posisi bus tersebut terdeteksi berada di Pekalongan.
"Nah kita akhirnya minta bantuan dari Telkomsel sama Transjakarta kan teknisi untuk mengecek GPSnya posisi bus ada dimana karena dari (pengecekan) IT internal kami, bus itu masih di dalam pool. Drivernya, driver yang sudah ikutin training, jadi udah paham betul itu seluk-beluk hardware United Tractor yang terpasang di bus," kata Zulkifli saat dihubungi, Kamis (27/7).
Zulkifli menjelaskan pencurian ini karena kelalaian petugas sekuriti. Langkah selanjutnya petugas sekuriti akan ditindak tegas, sanksi tersebut akan menunggu investigasi berupa surat peringatan I (SP I), surat peringatan II (SP II), hingga diberhentikan.
"Kita lihat sejauh mana, ini kan kasusnya kasus heboh. Kedua, ini kan kesalahan fatal. Kita enggak ngebayangin kalau seluruh bus keluar tanpa SPJ dan tidak dicatat, dan apakah sekuriti kita juga terlibat, itu kan ke polsek. Sudah ditangani oleh polsek," ujarnya.
Sebelumnya Kepolisian Resor Pekalongan, Jawa Tengah, meringkus tersangka pencurian bus Transjakarta bernomor polisi B 7450 TGC milik PT Mayasari Bakti di jalur pantai utara (Pantura) Rembun, Kecamatan Sragi. Kepala Polres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan di Pekalongan mengatakan tersangka Sentot Setiyadi (46), warga Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat ditangkap polisi setelah mengisi bahan bakar solar di SPBU Bondansari Wiradesa.
Pelaku kami tangkap karena ada laporan petugas SPBU yang menginformasikan sopir bus Transjakarta itu kabur setelah mengisi bahan bakar jenis solar. Kami yang menerima informasi itu kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku dan ditangkap di Rembun," kata Wawan seperti dilansir Antara, Kamis (27/7).
Sentot saat ini sudah diamankan di Mapolres Pekalongan sedang bus Transjakarta diparkirkan di pos penjagaan lalu lintas Sragi. Saat mengelabui satpam dan petugas di pool, Sentot mengaku bus tersebut akan digunakan menjemput anak sekolah.(mdk/ded)