LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PSK meningkat karena mendapat beking kuat

"Pemilik bar, diskotek, hotel, atau panti pijat itu punya beking yang kuat jadi sulit juga ditertibkan," kata Ika.

2013-05-09 04:05:00
Prostitusi
Advertisement

Sepanjang Januari hingga Mei 2013, jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jakarta Barat mengalami peningkatan. Selama lima bulan tersebut, Suku Dinas Sosial Jakarta Barat menjaring sebanyak 271 orang.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Ika Yuli Rahayu mengatakan, 70 persen dari ratusan PMKS tersebut terdiri dari gelandangan dan pengemis serta anak jalanan dan pekerja seks komersil (PSK).

Khusus untuk PSK, Ika mengaku hanya dapat menjaring PSK yang beroperasi di pinggir jalan. Sementara untuk PSK yang beroperasi di tempat hiburan, dirinya mengaku kesulitan.

Advertisement

"Pemilik bar, diskotek, hotel, atau panti pijat itu punya beking yang kuat jadi sulit juga ditertibkan," kata Ika di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (8/5).

Ika menambahkan, beberapa kawasan yang rawan PMKS berada di Grogol, Kedoya, Jalan Panjang, Daan Mogot, Tomang, dan Taman Sari. Sementara, jumlah PMKS yang hingga saat ini dibina berjumlah 716 jiwa.

Jumlah PMKS yang terjaring tahun ini, lanjut Ika, mengalami peningkatan. Jumlahnya bisa mencapai puluhan orang dari tahun sebelumnya.

Advertisement

Untuk mengurangi jumlah PMKS tersebut, pihaknya akan terus menggalakkan razia di wilayah Jakarta Barat. Para PMKS ini nantinya akan dibina di panti-panti sosial milik dinas atau suku dinas lainnya.

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.