PSK Indonesia dibunuh di Hong Kong, Menlu kirim tim identifikasi
Sumiarti dibunuh seorang pria asal Inggris yang mengaku sebagai psikopat.
Sumiarti (24),Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) di Hong Kong menjadi korban pembunuhan. Seorang pria asal Inggris, Rujik Jutting (29). Pelaku ditangkap di apartemennya di wilayah Wan Chai pada Sabtu (01/11) dini hari.
Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan kabar dan mengirimkan tim untuk menyelidiki masalah ini.
"Sudah ya, kita sudah kirim tim ke sana lalu kita akan identifikasi dan ada aplikasi. Yang jelas KBRI kita sudah bergerak langsung untuk berkoordinir dengan otoritas setempat," kata Retno di Kantor Pos, Jakarta Pusat, Senin (3/11).
Untuk penanganan hukumannya, lanjut Retno, pihaknya memastikan hak-hak korban tak ada yang terbengkalai.
"Ya itu kan berartikan otoritas tempat sana sebagai negara memberi proteksi dan hak-hak hukum warga negara kita harus kita jaga, harus diperhatikan seoptimal mungkin untuk tidak ada yang terkurangkan," jelasnya.
Sekadar diketahui, Sumiarti dibunuh bersama seorang pekerja asal Filipina bernama Jesse Lorena Rusi (30). Jesse ditemukan tewas dalam keadaan lehernya disayat dan kaki serta tangan Sumiarti ditemukan di dalam sebuah koper. Pelaku pernah menyebut dirinya seorang psikopat sinting.(mdk/lia)