Psikolog: Gaya hidup ibu muda hedon, rentan dengan perceraian
"Fenomena ibu muda seperti ini karena tidak adanya kepuasaan dalam perkawinan," kata Diana.
Perkembangan zaman telah mengubah gaya hidup manusia terutama yang tinggal di kota-kota besar. Mereka lebih modern seiring dengan kencangnya arus informasi yang didapat.
Tak cuma kalangan muda, banyak orang dewasa menjadi korban. Contohnya, lihat saja gaya ibu-ibu muda masa kini.
Tampil glamour, seksi dan branded jadi satu gaya wajib yang tak bisa mereka tinggalkan. Mereka merasa lebih percaya diri jika dengan balutan kemewahan.
Dari kacamata Psikolog Diana Tarigan, kondisi wanita Indonesia yang demikian cenderung membawa dampak negatif. Apalagi buat mereka yang sudah menjadi istri, gaya hedon jadi cikal bakal keretakan rumah tangga.
"Tren saat ini memang sudah stigmanya jika memiliki satu pasangan satu itu membosankan, dan mereka biasanya ingin mencari sensasi yang berbeda," ujar Diana saat berbincang santai dengan merdeka.com.
Ibu muda yang tak mampu menekan pengaruh pergaulan duniawi tentu bakal terjerumus. Bahayanya, banyak di antara mereka yang melihat pernikahan sebagai fisik saja.
"Fenomena ibu muda seperti ini karena tidak adanya kepuasaan dalam perkawinan sehingga menyebabkan banyaknya cerai atau gonta ganti pasangan," jelas dia.
Diakuinya, fenomena bisa muncul kapan saja, karena terpengaruh lingkungan sekitar aktivitasnya.
"Mereka yang melakukan perselingkuhan itu karena tiap hari bertemu, awalnya suka hingga terjadi selingkuh, selingkuh itu kan terjadi jika keduanya mau. Dan ini sering terjadi di perkantoran," ungkapnya.
Di samping itu faktor lingkungan, tentunya faktor kepribadian masing-masing sangat menentukan. Ibu yang mencintai keluarganya tentu tak berniat membagi kasih dengan suami tercinta.
"Maka itu saya sarankan sebelum menikah pilihlah pasangan hidup yang terbaik dan tentunya Anda juga harus punya mental kuat. Tapi yang terpenting dari itu semua tentu aspek keimanan," tutup Diana yang juga mengajar sebagai dosen di UIN ini.(mdk/mtf)