PSBB di Bandung Dibarengi Tes PCR Secara Masif
Tes PCR adalah pengetesan dengan pengambilan spesimen lendir menggunakan swab di hidung dan tenggorokan. Metoda ini dipercaya yang paling akurat dalam mendeteksi virus covid-19.
Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bandung Raya akan berlangsung selama 14 hari. Kebijakan itu akan diiringi dengan pengetesan masif covid-19 kepada masyarakat.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa tujuan PSBB memberikan ruang disiplin masyarakat. Selain itu, pemerintah akan melakukan pengetesan masif untuk mengetahui peta persebaran virus. Tujuannya, agar memudahkan dalam menentukan zona yang perlu diwaspadai.
"PSBB akan berlangsung 14 hari. Jika berjalan dengan kedisiplinan, harusnya tidak perlu dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Tapi kalau kita tidak disiplin, PSBB akan dilanjutkan (lebih dari 14 hari) tanpa ada persetujuan dari Kemenkes," kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (17/4).
"Selama PSBB kami akan melakukan pengetesan (tes covid) sebanyak-banyaknya," ia melanjutkan.
Pengetesan akan dilakukan dengan mengambil sampel darah melalui rapid test. Jika dalam tes tersebut masyarakat ada yang terindikasi positif, mereka akan menjalani tes lanjutan dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes swab.
Tes PCR adalah pengetesan dengan pengambilan spesimen lendir menggunakan swab di hidung dan tenggorokan. Metoda ini dipercaya yang paling akurat dalam mendeteksi virus covid-19.
Di luar dari rencana tes masif pada PSBB nanti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyalurkan sekitar 80 ribu alat rapid test ke 27 kota kabupaten. Alat tersebut belum seluruhnya digunakan, namun data sementara yang didapatkan, sudah ada sekira 1.200 orang yang terindikasi positif melalui rapid test.
Sudah Beli Alat PCR dari Korea Selatan
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah membeli alat PCR dari Korea Selatan. Dengan demikian, kapasitas pengetesan akan bisa meningkat signifikan.
"Kapasitas pengetesan dari awalnya 140 sampel per hari, bisa menjadi 2.000 sampel per hari. kombinasi tes sampel oleh rapid tes dan PCR, insya allah jabar bisa mengendalikan dan merespon covid dengan terukur," tuturnya.
(mdk/rhm)