Proyek Tol layang Jakarta-Cikampek 'mengalah' dengan Jembatan Grand Wisata
Proyek Tol layang Jakarta-Cikampek 'mengalah' dengan Jembatan Grand Wisata. Kontruksi Tol Jakarta-Cikampek elevated yang semula berada di antara dua jalur tol Jakarta-Cikampek yang eksis sekarang dibelokkan bagian utara. Sehingga, sejak dari KM 19 kontruksi mulai belok hingga ke KM 22.
Kontruksi Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek akan sedikit berbelok di sekitar kilometer 21. Alasannya, hiasan yang juga menjadi penguatan jembatan di atas jalan tol menuju ke Perumahan Grand Wisata Tambun, tak bisa dibongkar.
"Kabel jembatan Grand Wisata tidak bisa dibongkar karena merupakan struktur jembatan," kata juru bicara PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC), Iwan Dewantoro kepada merdeka.com, Kamis (9/11).
Karena itu, kontruksi Tol layang Jakarta-Cikampek yang semula berada di antara dua jalur tol Jakarta-Cikampek yang eksis sekarang dibelokkan bagian utara. Sehingga, sejak dari KM 19 kontruksi mulai belok hingga ke KM 22.
Jembatan Grand Wisata merupakan akses keluar tol masuk tol Jakarta-Cikampek dari kawasan elit Perumahan Grand Wisata yang dikembangkan oleh Sinarmas Land Tbk. Akses ke sana cenderung mobil-mobil pribadi yang menggunakannya. Karena itu, porsi gardu tol di sana 70 persen untuk kendaraan golongan 1, dan 30 persen multi golongan.
Iwan menambahkan, secara keseluruhan pekerjaan Tol layang Jakarta-Cikampek sudah mencapai 14,488 persen per 4 November lalu. Realisasi itu melebihi rencananya hanya 13,129 persen. Sehingga ada deviasi 1,359 persen.(mdk/eko)