LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Proyek Kereta Trans Sumatera Terkendala Okupasi yang Belum Maksimal

Jalur kereta api Trans Sumatera belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Pembangunan lintasan yang menghubungkan ujung utara dengan selatan pulau ini bergantung pada jumlah penumpang di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Selatan (Sumsel).

2020-01-04 21:09:00
Kereta Api Indonesia
Advertisement

Jalur kereta api Trans Sumatera belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Pembangunan lintasan yang menghubungkan ujung utara dengan selatan pulau ini bergantung pada jumlah penumpang di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan jalur kereta di Sumatera saat ini masih difokuskan pada dua daerah itu.

"Oh ya memang Trans Sumatera kita lihat ya yang paling dibutuhkan itu di daerah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Jadi itu dulu kita fokuskan, karena okupasinya belum maksimal," ucapnya seusai meninjau operasional jalur layang kereta api di Stasiun Besar Medan, Sabtu (4/1).

Advertisement

Jika jumlah penumpang dan tingkat kebutuhan kereta api di Sumut dan Sumsel sudah baik, barulah lintasan di daerah lain akan dibangun.

"Jadi nanti kalau yang Sumatera Utara-Sumatera Selatan okupasinya sudah bagus, baru kita teruskan ke daerah-daerah yang lain," jelas Budi.

Khusus di Sumut, pada tahun ini hanya akan dilaksanakan peningkatan kualitas lintasan kereta api, yakni jalur Ke Pematang Siantar.

Advertisement

"Kita lakukan peningkatan, kalau sekarang ini ke Siantar itu kan kualitasnya kurang baik ya jadi kita lakukan peningkatan supaya jalan yang lebih bagus. Kalau nanti bagus itu, dari Kualanamu ke Siantar cuma 2 jam, kalau sekarang mungkin 3-4 jam," bebernya.

Sementara untuk pembangunan atau pengaktifan jalur lama juga masih harus dipelajari. Jalur KA Binjai-Besitang, salah satunya.

"Kita lihat kapasitasnya seperti apa, karena kita kalau membangun itu harus ada suatu survei bawa utilitisasi itu maksimal, ya jadi kita akan lakukan bertahap," sambungnya.

Kemenhub juga masih mempelajari dan mengobservasi pengaktifan kembali jalur kereta api Pancur Batu-Medan dan Deli Tua-Medan. Seperti juga Binjai-Besitang, jalur ini sebelumnya juga telah ada sejak zaman Belanda.

Peningkatan jumlah penduduk di wilayah sekitar Deli Tua dan Pancur Batu, yang umumnya pekerja di Kota Medan, membuat jalur kereta api dapat menjadi solusi. Pengaktifan kembali jalur ini diperkirakan dapat mengurangi pergeseran kendaraan pribadi yang kerap memicu kemacetan.

Jalur Layang Jadi Backbone

Menhub memberikan ucapan selamat kepada Kota Medan atas pengoperasian jalur layang kereta api bandara. Lintasan ganda sepanjang 10 Km itu diharapkan dapat menjadi tulang belakang lalu lintas di kota ini.

"Apa yang namanya backbone? Ini menjadi satu sarana utama, bagaimana nanti antarmoda (transportasi) bisa dilakukan di sini (Stasiun Besar) dan di stasiun yang lain-lain," sebut Budi.

Kemenhub saat ini masih mempelajari pengembangan jalur layang kereta itu. "Kita ingin menginventarisasi kira-kira kereta layang ini diteruskan ke mana ya... Binjai, Deli (Tua), (Pancur) Batu dan sebagainya, itu menjadi 1 rekomendasi yang kita akan buat sebagai suatu anker (angkutan kereta) dari angkutan massal kota Medan," ucapnya.

Kemenhub juga masih melakukan diskusi untuk mempelajari opsi pemanfaatan jalur layang bagi kereta jarak jauh dan kereta barang. Saat ini, jalur itu hanya digunakan kereta bandara, sementara kereta lain masih menggunakan jalur lama, yakni satu jalur di bawah jalur layang.

Penggunaan jalur lama berimbas pada tidak dapat dihilangkannya sejumlah perlintasan sebidang di Kota Medan. Padahal pada awal pembangunannya, jalur layang itu diharapkan dapat meniadakan belasan perlintasan sebidang.

"Nakanya diskusi ini saya harapkan masukan masukan dari masyarakat para ahli untuk program peningkatan," ucap Budi.

Mengenai peresmian operasional jalur layang kereta bandara ini, Menhub sudah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. "Kita harapkan bulan Januari, Februari beliau datang untuk meresmikan," tuturnya.

Budi berharap warga Medan untuk menggunakan kereta bandara dengan baik. Penggunaan fasilitas itu diharapkan dapat mengurangi angkutan pribadi. "Ya supaya Medan ini enggak macet. Kalau semua ke bandara menggunakan ini maka kemacetan ini akan berkurang," ajaknya.

Jalur layang kereta Bandara Medan-Kualanamu ini dioperasikan sejak Minggu (1/12). Lintasan baru ini memangkas waktu tempuh Medan-Bandara Kualanamu dari 31 menit menjadi 28 menit. Semakin pendeknya waktu tempuh itu karena jalur layang itu menggunakan lintasan ganda, sehingga tidak ada lagi waktu tunggu di stasiun. Sejumlah perlintasan sebidang pun tidak dilewati lagi.

Baca juga:
Tanggapan Dirut PT KAI soal Heboh Video Diarak saat Banjir Jakarta
Imbas Banjir di Jakarta, 10 Kereta Tujuan Sejumlah Daerah di Jatim Terlambat Datang
Jakarta Dilanda Banjir, PT KAI Batalkan Beberapa Perjalanan KRL
Banjir di Jakarta, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu
Libur Tahun Baru, 23 Persen Tiket Kereta dari Jakarta Masih Ada
Libur Nataru, Ratusan Ribu Penumpang Kereta Api Telah Berangkat dari Jakarta

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.