Protes penindasan Muslim Uighur, pendemo bakar bendera China
"Azan dilarang, jilbab dilarang, jenggot dilarang, ibadah dilarang. Pelanggaran berakibat penyiksaan," ujar Rafdinal.
Sekitar 30-an orang berunjuk rasa di depan kantor Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Jalan Wali kota, Medan, Jumat (6/2). Pendemo menentang tindakan Pemerintah China yang terus menindas Muslim Uyghur.
Unjuk rasa dilakukan kelompok yang menamakan diri Gerakan Jihad Pembela Muslim Tertindas. Mereka mengklaim sebagai gabungan dari sejumlah ormas Islam dan mahasiswa.
Pendemo mengutuk sikap dan tindakan Pemerintah China yang melakukan pelanggaran HAM dan pendzaliman luar biasa terhadap Muslim Uyghur. "Azan dilarang, jilbab dilarang, jenggot dilarang, ibadah dilarang. Pelanggaran atas larangan itu akan berakibat pada penangkapan dan penyiksaan," kata Rafdinal, salah seorang pengunjuk rasa.
Pemerintah China juga dinilai telah menganeksasi wilayah Muslim Uyghur dan berupaya menghapus identitas budaya dan agama Islam di sana. Mereka banyak memindahkan warga nonmuslim ke sana. "Pemerintah China sama dengan Israel. Tindakan Pemerintah China membantai Muslim Uyghur dan melarang ibadah agama Islam merupakan tindakan kejam," sambung Rafdinal.
Selain membawa spanduk, massa aksi juga membawa poster yang mengecam penindasan terhadap warga Muslim Uyghur. Aksi yang dikawal puluhan anggota kepolisian itu juga diwarnai dengan pembakaran replika bendera China sebagai lambang protes.
Para pengunjuk rasa mendesak Pemerintah China untuk menghentikan pembantaian dan pelarangan menjalankan ibadah agama Islam.
Bahkan, pendemo juga mendesak Pemerintahan Jokowi-JK untuk memutus hubungan diplomatik dengan China dan membatasi kegiatan perusahaan dari negara itu di Indonesia. Mereka juga meminta pemerintah membatasi masuknya produk-produk China. "Sampai Pemerintah China menghentikan pembantaian dan penzaliman terhadap Muslim Uyghur," kata Nursarianto, pimpinan aksi.
Pendemo sempat menyatakan ingin bertemu perwakilan dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat China. Namun, niat mereka tidak kesampaian. Petugas keamanan menyatakan semua staf di kantor itu sedang tidak ada di tempat.
Baca juga:
Video brutal dua geng di China bertempur di jalan bak film laga
Ejek logat China di Twitter, presiden Argentina dikecam
Pria China ditelanjangi karena tak setor semua gajinya ke istri
Modal kantor mentereng, bank abal-abal China 'tilep' dana 4 milyar
Jelang Tahun Kambing, warga China mulai bondong-bondong mudik Imlek
Putus urat malu, turis China jemur kutang dan sepatu di bandara