Protes jalan satu arah, ratusan sopir angkot di Manado mogok massal
Mereka minta supaya jalur lalu lintas dikembalikan menjadi dua arah.
Ratusan sopir angkutan kota biasa beroperasi di Kota Manado, pada Rabu (24/2), sekitar pukul 12.30 WITA, berunjuk rasa. Mereka memprotes pemberlakuan sistem jalan satu arah diberlakukan di beberapa ruas jalan utama di kota ini.
Buntut aksi itu, mereka memilih berhenti beroperasi dan memarkir mobil angkutan umum di sepanjang ruas Jalan Boulevard Manado, tepatnya di Kompleks Mantos 3.
Ketua Organda Manado, Terry Umboh, memprotes pemberlakuan sistem lalu lintas satu arah ini. Menurut dia, banyak masalah akan terjadi dan hal itu justru menambah parah kemacetan. Salah satunya terkait keselamatan pejalan kaki.
"Sejak diberlakukan jalur one way traffic, banyak permasalahan yang dialami sopir angkot. Dan bukan hanya itu juga, kecepatan angkutan (kendaraan) rata-rata di atas 40 kilometer per jam, dan tidak ada jembatan penyeberangan. Kalau terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab? Ini harus ditinjau kembali," kata Terry.
Beberapa orator lain pun menyatakan keberatan terhadap penerapan jalur searah. Penurunan jumlah penumpang dan kemacetan parah di sejumlah titik menjadi alasan protes mereka.
"Kami sangat kesulitan mencari penumpang, dan itu berdampak pada penurunan penghasilan. Mau diberi makan apa keluarga kami?," kata seorang demonstran.
Meski beberapa kali berdialog dengan Kasatlantas Polresta Manado, Kompol Roy Tambayong, bersama perwakilan Dinas Perhubungan Sulawesi Utara, pengunjuk rasa tetap berkeras. Mereka meminta arus lalu lintas harus dikembalikan menjadi dua arah.
"Kalau tidak bisa kembalikan jalur seperti semula, kami minta tarif angkot dinaikkan dari Rp 4000 menjadi Rp 8000," ujar demonstran lainnya.
Dari pantauan merdeka.com, ribuan penumpang terlantar sejak pagi hingga siang. Belum ada upaya pemerintah mengantisipasi krisis angkutan selama unjuk rasa.(mdk/ary)