Protes Garuda Indonesia, Menteri Marwan curhat 'saya malah di-bully'
Marwan justru menuding Garuda Indonesia telah membohongi publik.
Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar merasa dizalimi oleh Juru Bicara maskapai Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar melalui keterangan yang disebarkan ke media. Marwan merasa, Garuda seolah tidak bersalah, sedangkan dirinya yang merupakan konsumen merasa disalahkan.
"Saya sebagai penumpang boleh dong protes. Saya ke Jogja itu ngisi seminar kurang lebih jam 11.00 WIB. Kalau saya berangkat jam 10.00, kan pas dong sampai jam 11.00. Balik ke sini delay juga satu setengah jam. Pulangnya satu setengah jam, ini enggak pernah diberitakan. Kok saya ini malah di-bully," kata Marwan di kantornya, Selasa (1/3).
Politikus PKB itu menuding justru Garuda Indonesia telah membohongi publik. Sebab, pesawat pengganti yang seharusnya mengantarkannya ke Yogyakarta dan delay dua jam, kaca pintunya diketahui pecah.
"Mereka ini enggak transparan kepada rakyat bohong kepada rakyat enggak transparan. Itu kan pintunya pecah, rusak. Itu sudah boarding, harusnya dia ngerti pintu rusak sebelum boarding," tegasnya.
Mantan anggota DPR itu menambahkan, bahkan setelah kejadian, jajaran Garuda Indonesia mendatangi kantornya di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan dan meminta maaf atas keterlambatan tersebut. Marwan pun mengakui telah memaafkan peristiwa tersebut. "Dan mereka sudah saya maafkan," ujarnya.
Baca juga:
Kena delay & minta bos Garuda dipecat, Menteri Marwan dinilai lebay
Arogan minta bos Garuda dipecat, Menteri Marwan pantas dicopot
Anggota DPR dukung Menteri Marwan minta direksi Garuda dievaluasi
Sekjen Demokrat: Bukan salah Garuda, Menteri Marwan yang terlambat
Marwan: Garuda seolah-olah tak salah, kurang ajar itu sudutkan saya