Protes bau busuk pabrik, ribuan warga geruduk kantor Bupati Sukoharjo
Ia menyampaikan, penghentian produksi akan dimulai per 24 Februari 2018. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan bau tak sedap yang mencemari sejumlah desa di sekitar pabrik tersebut akan hilang. Sejumlah desa terdampak tersebut di antaranya Desa Kedungwinong, Juron, Gupit, Celep, Plesan dan Pengkol.
Ribuan warga menggeruduk Kantor Bupati Sukoharjo, Kamis (22/2), dengan berbagai atribut. Mereka melakukan longmarch dari titik kumpul di Nguter menuju halaman kantor bupati. Warga menuntut PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang sudah berbulan-bulan mengeluarkan bau busuk ditutup.
"Tutup tutup tutup PT RUM, tutup PT RUM sekarang juga," teriak para peserta demo sesampai di lokasi aksi.
"Pak bupati metuo pak, nemoni rakyatmu pak (keluarlah pak bupati nemui rakyatmu)," sambung peserta aksi lainnya.
Di bawah terik matahari menyengat, para demonstran terus menyuarakan tuntutannya. Saat aksi, aparat kepolisian, TNI, Satpol PP hingga Linmas menjaga ketat Kantor Bupati Sukoharjo, di Jalan Jenderal Sudirman tersebut.
Warga demo kantor Bupati Sukoharjo ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo
Disela aksi, 3 warga terdampak melakukan teatrikal. Mereka telanjang dada dan hanya mengenakan balutan kertas atau kain perca berwarna putih. Salah satu peserta aksi sambil menangis melakukan tabur bunga di depan bawah tiang bendera kantor bupati.
"Setiap hari saya saya merasa bau busuk dari PT RUM. Sakit di hidung, di dada dan tiap hari perut saya mules. Kami minta pabrik ini ditutup, biar kami tidak menderita," keluh Jono, warga Joho, usai aksi teatrikal.
Pantauan di lokasi, aksi yang dimulai pukul 9.50 WIB dan berlangsung selama 1 jam tampak tak terkoordinir. Tak ada orasi dari pimpinan aksi. Hanya teriakan teriakan individu atau kelompok serta yel yel yang dinyanyikan oleh peserta aksi.
Demikian juga hingga aksi berlangsung selama satu jam, tak ada perwakilan atau pejabat Pemkab Sukoharjo yang menemui peserta aksi.
Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Direktur PT. RUM, Pramono mengatakan, akan menghentikan sementara operasional pabrik produsen serat rayon tersebut. Penghentian produksi dimaksudkan untuk dilakukan perbaikan pengolahan limbah agar tak menimbulkan bau yang dikeluhkan masyarakat.
Warga demo kantor Bupati Sukoharjo ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo
Ia menyampaikan, penghentian produksi akan dimulai per 24 Februari 2018. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan bau tak sedap yang mencemari sejumlah desa di sekitar pabrik tersebut akan hilang. Sejumlah desa terdampak tersebut di antaranya Desa Kedungwinong, Juron, Gupit, Celep, Plesan dan Pengkol, di Kecamatan Nguter.
"Kita akan hentikan sementara pada tanggal 24 Februari besok. Menurut estimasi kita, bahan yang sudah ada di dalam mesin produksi baru akan habis pada tanggal 24 Februari besok. Setelah habis baru bisa kita hentikan," ujar Pramono, kepada wartawan, Rabu (21/2).
Setelah berlangsung lebih dari satu jam, datang sebuah mobil truk yang membawa peralatan sound system. Di atas truk ada sekitar 5 peserta yang menjadi Koordinator aksi dan melakukan orasi.
"Kami minta pak Bupati menandatangani Surat Keputusan pencabutan izin dan penutupan PT RUM yang telah melanggar peraturan. PT RUM tidak punya nurani, melanggar izin lingkungan. Pak Bupati ayo keluar, tolong ini disikapi serius, jangan menyengsarakan rakyat. Pak Wardoyo ayo keluar, kami menderita, di sawah tidak tentram, sekolah tidak tentram," teriak salah satu peserta aksi, Ari Suwarno.
Meski terus diteriaki para pendemo, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya maupun staf lainnya tak juga menampakkan batang hidungnya. Ratusan polisi, TNI dan Satpol PP serta Linmas nampak memblokir pintu masuk kantor bupati.
Sebelumnya Presiden Direktur PT. RUM, Pramono mengatakan akan menghentikan sementara operasional pabrik produsen serat rayon tersebut mulai 24 Februari besok. Penghentian produksi dimaksudkan untuk dilakukan perbaikan pengolahan limbah agar tak menimbulkan bau yang dikeluhkan masyarakat.
Namun warga yang diklaim lebih dari 10 ribu orang tersebut tetap menginginkan penutupan secepatnya. Mereka mendesak penutupan tersebut dituangkan dalam surat keputusan yang harus ditandatangani hari ini.
Baca juga:
Diprotes warga Sukoharjo, pabrik berlimbah bau busuk ditutup sementara
Warga terdampak desak pabrik PT RUM yang keluarkan limbah busuk ditutup
Butuh jutaan tahun pulihkan kerusakan lingkungan di area tambang Pulau Kabaena
Sidang Nur Alam, saksi sebut kegiatan pertambangan rusak lingkungan hidup
80 Persen gedung perkantoran di Jakarta tak miliki sistem pengelolaan limbah