Prostitusi online tawarkan pelajar dan model dibongkar polisi
Polisi sudah menangkap 5 pria dan satu orang wanita.
Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali membongkar lima sindikat prostitusi online. Para pelaku biasa beraksi dibeberapa wilayah Jabodetabek seperti Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Bogor.
Saat ini tersangka yang sudah diamankan berjumlah enam orang terdiri dari lima pria berinisial DM, ZUL, NCR, WWR EA dan satu wanita berinisial FDPS. Mereka menjalankan aksinya belum lama, baru sekitar dua bulan
Dalam melancarkan aksinya, mucikari, PSK dan pelanggan hidung belang tidak pernah bertemu. Mereka hanya berkomunikasi lewat media sosial.
"Sarana media sosial yang dipakai mereka untuk berpromosi yakni Facebook, Twitter, BBM, Line, aplikasi WhatsApp dan sejumlah blog yang mereka rancang," kata Direktur Kriminal Khusus Kombes Mujiono di kantornya, Rabu (17/6).
Para PSK yang ditawarkan berprofesi sebagai model, mahasiswa dan bahkan pelajar yang masih di bawah umur. Harga wanita yang dipasarkan sindikat ini bervariasi, tergantung kesepakatan antara mucikari dan konsumen.
"Setelah terjadi deal antara keduanya, maka pelanggan bisa menentukan lokasi untuk bertemu PSK untuk melakukan kegiatan seks, bisa di Jakarta maupun di luar kota. Namun, sebelum melakukan kegiatan seks pelanggan harus terlebih dahulu melunasi semua pembayaran," tandasnya.
Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti pakaian dalam wanita, handphone, rekening kartu ATM sampai beberapa bukti transfer senilai puluhan juta rupiah.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 296 KUHP, 506 KUHP, pasal 4 UU 44/2008 tentang Pornografi dan pasal 2 UU 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia. Polisi juga menjerat keenam tersangka dengan pasal pencabulan anak di bawah umur karena ada beberapa PSK nya masih sekolah.