Prostitusi berkedok warung pecel lele tarif Rp 350 ribu per jam
Pemilik warung mempekerjakan dua wanita dari luar daerah yaitu Riska (19) dan Sari (23).
Warung pecel di Kelurahan Arung Dalam, Bangka Tengah, ini tidak cuma menyediakan menu lele goreng. Pemilik juga menyediakan jasa PSK. Kemarin, tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres dan Satpol PP Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, menggerebek warung ini.
"Penggerebekan kami lakukan pada Jumat (21/11) malam sekitar pukul 20.00 WIB, setelah mendapat informasi akurat dari masyarakat," kata Kepala Seksi Trantib Satpol PP Bangka Tengah Hartono kepada Antara di Koba, Sabtu (22/11).
Ia menjelaskan, dalam melakukan penggerebekan warung di Kecamatan Koba itu, pihaknya bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan sebelumnya sempat dilakukan pengintaian untuk memastikan transaksi mesum di warung pecel lele tersebut.
"Sebelumnya sempat dilakukan penyamaran, setelah dilakukan transaksi baru kemudian anggota kepolisian dan Pol PP melakukan penggerebekan sehingga pemilik warung tidak bisa lagi berkilah," ujarnya.
Ia mengatakan, praktik prostitusi terselubung tersebut sudah terjadi dalam beberapa hari ini dan pemilik warung mempekerjakan dua wanita dari luar daerah yaitu Riska (19) dan Sari (23).
"Dua wanita tersebut dipekerjakan di warung pecel lele berinisial Hn, kemudian keduanya diperbolehkan jadi pekerja seks plus-plus dengan bayaran sekitar Rp 350 ribu per jam," ujarnya.
Kemudian kedua wanita asal luar daerah itu memberikan setoraan kepada Hn sebesar Rp 25 ribu per tamu, dan praktik prostitusi terselebung itu sudah berjalan dalam beberapa hari ini.
Saat ini pemilik warung dan dua pekerja seks komersial itu sedang diperiksa secara intensif di Polres Bangka Tengah. Sementara warung pecel lele yang letaknya tidak jauh dari Kantor Lurah Arung Dalam itu ditutup dan dipasang garis polisi.
Pemilik warung pecel lele, Hn mengakui warung pecel lele baru satu minggu menyediakan jasa esek-esek di tempat usahanya dan itu dilakukan atas persetujuan dua wanita itu.
"Keduanya belum sampai satu bulan bekerja di warung saya, keduanya saya terima dengan alasan orangtuanya sakit. Awalnya saya tidak mengizinkan tetapi kerena mereka yang desak dengan alasan butuh uang, akhirnya saya izinkan juga," ujarnya.
Baca juga:
Akhir tahun, PSK Sunan Kuning mudik rayakan Tahun Baru
Ini empat lokasi ritual seks paling menggemparkan dunia
714.100 Orang Indonesia jadi korban perbudakan modern
Mangkal di pinggir jalan, belasan PSK diangkut satuan Sabhara
Prostitusi masih marak di eks lokalisasi Wisata Cinta Kaliwungu