Program Kartu Prakerja Segera Direalisasikan, Anggarannya Rp10 Triliun
Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin akan segera merealisasikan program kartu prakerja tahun 2020. Tujuan program tersebut untuk meningkatkan kompetensi bagi para pencari kerja atau pengangguran.
Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin akan segera merealisasikan program kartu prakerja tahun 2020. Tujuan program tersebut untuk meningkatkan kompetensi bagi para pencari kerja atau pengangguran.
"Program meningkatkan kompetensi bagi pencari kerja. Kata pencari kerja itu kan masuk dalam kategori penganggur. Itu ada program namanya program kartu prakerja," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jumat (15/11).
3 Sasaran Kerja
Program prakerja ini, kata dia, diarahkan kepada tiga sasaran. Yakni, para pencari kerja, para pekerja dan yang ketiga para pekerja yang kena PHK. Program itu, di antaranya pelatihan agar memiliki keahlian, yang disebut dengan skilling, peningkatan keahlian atau yang disebut dengan up skilling dan juga perubahan skill atau re-skilling.
"Jadi ada program skilling, re-skilling atau up-skilling ketiga program itu. Insya Allah tahun 2020-an akan direalisasi," ujar istri Taufiq Abdullah ini.
Dalam 1 tahun, pemerintah ingin melakukan program vokasi, yakni pelatihan keahlian tertentu kepada 2 juta dari tiga sasaran tersebut, yakni pencari kerja, yang bekerja, atau bekerja tapi kena PHK.
"Kita sedang dalam proses penyusunan manajemen office. Program prakerja ini, anggaran Rp10 triliun, sekarang dalam proses penyiapannya," pungkas mantan anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini.
(mdk/rnd)