Produksi Demplot Padi di Daerah Tembus 6,69 Ton per Hektare, Ini Rahasianya
Produksi padi para petani sejumlah daerah di lokasi penyuluhan melalui demplot mengalami peningkatan 0,62 ton per hektare. Hal ini berdasarkan penerapan dan hasil evaluasi di lokasi CSA.
Produksi padi para petani sejumlah daerah di lokasi penyuluhan melalui demonstration plot (demplot) mengalami peningkatan 0,62 ton per hektare. Hal ini berdasarkan penerapan dan hasil evaluasi di lokasi Climate Smart Agriculture (CSA) dari Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).
Dari hasil evaluasi tahun 2022, menunjukkan peningkatan rata-rata 0,62 ton per hektare, dari 6,07 ton per hektare di lokasi non-CSA menjadi 6,69 ton per hektare di lokasi CSA. Hal itu diperkuat data produktivitas dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui perhitungan Kerangka Sampling Area (KSA).
Peningkatan produktivitas padi pada lokasi Demplot CSA terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Kegiatan CSA SIMURP Komponen A tahun 2023 di BSD City selama tiga hari, 23 sampai 25 Mei 2023.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Bustanul Arifin Caya menuturkan, peningkatan demplot padi ini merupakan hasil dari penerapan tekonologi CSA.
"Kementan dengan terbitnya DIPA Percepatan akan mendukung penerapan teknologi CSA melalui Demplot bagi 2.808 Poktan (kelompok tani)," kata Bustanul kepada wartawan, Jumat (26/5).
Bustanul menambahkan, Kementan juga mendukung penguatan kapasitas petani melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) di 2.808 Poktan. Upaya tersebut diperkuat oleh teknologi CSA melalui peningkatan produksi di 48 lokasi pada 50 hektare.
Capaian CSA dari SIMURP tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang mendorong peningkatan produktivas beras nasional sebagai pangan pokok rakyat Indonesia.
"Peningkatan produktivitas pertanian khususnya padi, harus menjadi tantangan kita bersama karena beras sangat penting bagi kehidupan bangsa," kata Syahrul belum lama ini.
Dia meminta jajarannya di Kementan, untuk melakukan berbagai upaya seperti yang dilakukan SIMURP agar produksi padi hulu hingga hilir lebih efisien.
"Irigasi makin bagus. Varietas padi makin bagus dan makin banyak. Kalau begitu di tahap mana yang perlu kita perbaiki lagi. Kantor ini otak dari pertanian. Saya harap ini dipertahankan hasil-hasil yang luar biasa yang sudah dihasilkan dapat dan disampaikan juga ke masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mendorong peningkatan kapasitas para penyuluh pertanian, untuk dapat menggenjot produktivitas padi secara nasional.
"Para penyuluh saat ini dituntut harus mampu adaptasi dengan penggunaan teknologi digital dalam proses budidaya pertanian," beber Dedi.
Dia menambahkan meningkatkan produktivitas produktivitas padi nasional seharusnya tidak sesulit dulu. Pasalnya, teknologi pertanian terus berkembang, varietas-varietas padi unggul juga tersedia.
Sebagaimana diketahui, lokasi kegiatan Program SIMURP tersebar pada 24 kabupaten di 10 provinsi yang merupakan daerah irigasi maupun daerah rawa di antaranya Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan.
Pulau Jawa meliputi Kabupaten Cirebon, Indramayu, Karawang, Subang di Jawa Barat. tujuh kabupaten di Jawa Tengah yakni Banjarnegara, Purbalingga, Purworejo, Grobogan, Demak, Kebumen, Brebes. Dan Kabupaten Jember di Jawa Timur.
Sementara di Kalimantan hanya Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah. Kabupaten Takalar, Bone, Pangkep, Pinrang. Konawe di Sulawesi Selatan. Kabupaten Konawe di Sulawesi Tenggara. Kabupaten Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kabupaten Nagekeo di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga:
RI-Korsel Kerja Sama Suplai Susu Industri & Magang Petani Milenial
Mentan: Sawit Malaysia Tak Boleh Lebih Bagus dari Indonesia
Demi Genjot Produksi, Mentan Lepas Gugus Tugas Peremajaan Sawit Rakyat
Jokowi Tunjuk Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Menteri Perindustrian Ad Interim
Jokowi Instruksikan Mentan Syahrul Ubah Aturan Pupuk Bersubsidi
Mentan: Harga Daging Sapi Mahal Bukan Tugas Saya, Tugas Saya Itu Ketersediaan