LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pro penutupan, pemilik wisma terbesar di Dolly dicap pengkhianat

"Dia itu Sakak, pemilik Wisma Barbara, yang menjadi wisma paling besar di Dolly," ujar Pokemon.

2014-06-17 17:31:49
Gang Dolly
Advertisement

Meski deklarasi penutupan Dolly dan Jarak yang dijadwalkan 18 Juni oleh Wali Kota Surabaya di Gedung Islamic Center jatuh pada besok hari, para penghuni lokalisasi memastikan, semua wisma akan tetap dibuka. Kecuali, menurut mereka satu wisma terbesar di Dolly dipastikan tutup, karena setuju dengan keputusan wali kota Surabaya. Mereka beranggapan pemilik wisma tersebut adalah pengkhianat.

"Hanya satu, pemilik wisma yang berkhianat. Dia itu Sakak, pemilik Wisma Barbara, yang menjadi wisma paling besar di Dolly. Untuk semua wisma kecuali yang satu itu tetap akan buka dan semua PSK tetap bekerja. Kecuali Bulan Ramadan, wisma akan libur untuk menghormati umat Islam. Tidak perlu wali kota, pemilik wisma sendiri akan meliburkan wismanya saat Ramadan nanti. Setelah lebaran, tetap akan buka kembali," janji Saputra alias Pokemon, Komandan Relawan Bintang Merah dan konferensi persnya, Selasa (17/6).

Dia kembali menegaskan, semua pekerja seks komersial (PSK) yang bekerja di Gang Dolly dan Jarak, tetap akan bekerja. "Semunya tidak ada yang pulang dari wisma. Kalau ada yang keluar wisma, mereka kembali pulang ke kos mereka yang berada di sekitar wisma. PSK-PSK yang dipulangkan cuma wisma-nya Sakak, yaitu Wisma Barbara,"

Karena, masih kata dia, kemungkinan ada barter antara Sakak dengan pihak Pemkot Surabaya. "Sakak dijanjikan kawasan Kedung Doro dan Darmo Park. Jadi kalau tanggal 18 Juni besok ada PSK yang ikut deklarasi penutupan, itu PSK-nya dia (Sakak). Semua wisma dan warga di sini, kecuali ada beberapa RT yang setuju penutupan saja yang datang. Itupun bisa dihitung dengan jari jumlahnya," sambung dia.

Sedangkan, sejumlah RT yang berada di 5 RW yang ada di Jarak dan Dolly, yaitu RW 3, 6, 10, 11 dan 12 saja yang setuju. "Dan ternyata, RT-RT yang setuju itu hanya mengklaim kalau warga juga setuju. Setelah didatangi warga untuk menanyakan perihal itu, Pak RT nya lari dan sekarang sudah diganti Ketua RT nya. Jadi persetujuan itu hanya disetujui dia sendiri dan keluarganya, bukan warga," papar Pokemon.

Senada, Ketua RW 11, Sutohari mewakili RW-RW yang lain juga menyatakan, kalau warga nya tidak ada yang setuju dengan penutupan. "RW saya membawahi 5 RT, dan semuanya menolak. Semua RW di sini, juga sepakat menolak penutupan. Saya di sini mewakili RW-RW yang lain. Kita sudah sepakat menolak penutupan," tegas dia singkat.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.