Priyo juga mau menyumbang KPK
Polemik soal pembangunan gedung baru KPK sudah terjadi pada Maret lalu.
Dukungan terhadap pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengalir. Tidak hanya menteri dan pedagang kaki lima, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso berencana ikut menyumbang.
"Kalau memang akan dibentuk tim untuk mengkoordinasi urunan masyarakat, saya akan ikut nyumbang. Silakan saja tapi itu tidak lazim. Apakah harus izin Dinsos atau apa ini persoalan rumit. Kalau dilakukan silakan saya ikut urunan," kata Priyo di Gedung DPR Jakarta, Selasa (26/6).
Menurut Priyo, ke depan harus dicarikan solusi. "Solusi lain gedung-gedung yang ada bisa saja dipinjamkan atau dihibahkan. Nanti kami bantu untuk renovasi dan seterusnya. Sebagai pimpinan DPR kami mendukung langkah tersebut," ujar Priyo.
Polemik soal pembangunan gedung baru KPK sudah terjadi pada Maret lalu. Awalnya KPK sudah meminta kepada Komisi III DPR untuk menyetujui anggaran sebesar Rp 225,7 miliar.
Alasan pembangunan gedung baru karena gedung yang sudah ada sudah tidak mampu menampung pegawai KPK. Padahal, KPK berencana akan menambah pegawai sebanyak 400 orang untuk membantu kerja KPK agar lebih efektif.
Saat ini, jumlah pegawai KPK sekitar 700 orang. Sehingga, jika ada tambahan pegawai gedung lama tidak mampu menampung ratusan pegawai tersebut.(mdk/has)