LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pria-pria tak waras, nekat membunuh hanya karena cinta ditolak

Ketika cinta ditolak, kebanyakan orang melampiaskannya dengan aktivitas atau kerja padat berharap bisa segera move on.

2015-07-11 09:14:00
Pembunuhan
Advertisement

Ketika cinta ditolak, kebanyakan orang melampiaskannya dengan aktivitas atau kerja padat berharap bisa segera move on atau melupakannya. Hal ini merupakan hal wajar dan cenderung lebih positif.

Tetapi ada juga yang sebaliknya, melampiaskan kegagalannya dalam menjalin asmara di luar batas kewajaran.

Seperti yang terjadi dengan pria-pria berikut. Mereka seolah tidak waras, menganiaya hingga membunuh hanya karena cintanya ditolak sang pujaan hati.

Berikut ulasan merdeka.com:

Bantai keluarga dan bakar rumah

Diduga sakit hati cintanya ditolak, pria berinisial Roh membunuh tiga warga dan membakar rumah Ahmad Subino di Desa Karangjati, Kecamatan Susukan, Banjarnegara Jawa Tengah
terbakar, Kamis (9/7) malam.

Menurut saksi mata, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan diduga sengaja dibakar Roh. Warga yang menyaksikan kejadian, Marto (42) mengemukakan kejadian tersebut diduga karena motif percintaan karenacinta pelaku ditolak keponakan Ahmad Subino, Nining.

"Diduga karena cinta pelaku ditolak, karena sebelumnya pelaku sempat menganiaya Nining dengan memukulkan palu ke kepalanya hingga berdarah. Korban minta tolong, lari ke Alfamart di sebelah rumah," katanya.

Mengetahui adanya penganiayaan tersebut, warga yang mendengar suara minta tolong sempat berupaya mengejar pelaku ke arah rumah, namun tiba-tiba rumah terbakar hebat.

Marto menduga setelah menganiaya korban, pelaku menyiram bensin dan menyulut dengan api.

"Di rumah korban menjual bensin eceran dan gas elpiji sehingga api cepat membesar," ujarnya.

Api yang cepat membesar, melahap seluruh bangunan semi permanen tersebut. Dua mobil pemadam kebakaran dari Banjarnegara didatangkan untuk memadamkan api.

Tiga korban tewas adalah pemilik rumah, Ahmad Subino (80) bersama istrinya, Tami (78) serta pelaku sendiri yang diduga ikut tewas terpanggang.

Sementara itu, Kepala Desa Karangjati, Kusyati, membenarkan soal dugaan peristiwa kebakaran lantaran masalah asmara.

"Memang peristiwa kebakaran tersebut karena persoalan asmara," ujarnya.

Advertisement

Bacok gadis idaman

Diduga sakit hati lantaran cintanya ditolak, Pramita Rusadi (30), wargaTanjung Agung Selatan, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin, Sumsel, nekat menghabisi nyawa gadis idamannya, Sari Puspita binti Syaiful (24).

Korban tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacokan di sekujur tubuhnya.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat korban menyadap karet di kebunnya, Senin (9/3) lalu. Pelaku datang dengan membawa parang langsung menebas tubuh korban.

Korban yang terkapar kembali mendapatkan bacokan beberapa kali oleh pelaku. Korban tewas di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacokan.

Beberapa jam kemudian, korban ditemukan sudah tak bernyawa oleh bibinya.

"Korban dibunuh dengan luka bacokan di kebun karet saat menyadap. Saat ditemukan, korban sudah tewas," ungkap Kapolsek Lais AKP Agus Irwantoro, Rabu (11/3).

Selang beberapa jam kemudian, pelaku Pramita ditangkap dalam pelariannya.

Advertisement

Bacok ibu dan 2 anak

Diduga karena cintanya ditolak, MP (55) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, mengamuk dan membacok Rodiyah (57) dan dua anak perempuannya yakni Irianti (34) dan Ervina (16). Ketiga korban adalah warga RT 01 RW 07 Kelurahan Baledono, Purworejo.

Berdasarkan informasi dari Humas Polres Purworejo, selain membacok Rodiyah dan dua putrinya, MP juga melukai beberapa tetangga korban yang berusaha menghentikan perbuatan brutalnya. Salah satunya Abdullah yang terkena sabetan golok.

Peristiwa yang menggemparkan warga Baledono itu terjadi Selasa (23/06) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB.

Bunuh dan setubuhi pujaan hati

Kibra alias Nangtok (22), menyimpan rasa sakit hati karena cintanya ditolak Deti Surtini
(14), ABG asal Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Saat kesempatan datang, pelaku pun tidak menyia-nyiakan untuk membunuh korban.

"Pelaku pembunuhan dan perkosaan itu mengarah kepada Nangtok atas dasar keterangan saksi," ungkap Kasat Reskrim Polres OKI AKP Ediyanto, Rabu (10/9).

Setelah ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya. "Dia dendam karena cintanya ditolak korban. Ada
kesempatan, tersangka akhirnya menghabisi nyawa korban," kata dia.

Deti tewas dicekik Nangtok di kebun karet di Dusun II Teluk Kumbang, Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, OKI, pada 2 Agustus 2014 sekitar pukul 12.00 WIB.

Tak puas membunuh, tersangka juga menyetubuhi tubuh korban yang sudah jadi mayat.

(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.