LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pria di Denpasar Ditemukan Meninggal, Sempat Ikut Vaksinasi Covid-19

Pria asal Gorontalo bernama Abdullah Malanua (44) ditemukan tidak bernyawa di dalam indekos, Senin (24/5). Diketahui dua hari sebelumnya atau pada Sabtu (22/5), korban mengikuti vaksinasi Covid-19 di Banjar Bumi Banten, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, Bali.

2021-05-24 17:24:47
Penemuan mayat
Advertisement

Pria asal Gorontalo bernama Abdullah Malanua (44) ditemukan tidak bernyawa di dalam indekos, Senin (24/5). Diketahui dua hari sebelumnya atau pada Sabtu (22/5), korban mengikuti vaksinasi Covid-19 di Banjar Bumi Banten, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, Bali.

"Iya (ikut vaksin). Tapi meninggal karena divaksin belum tentu juga. Dia vaksin (dua hari) yang lalu iya. Tapi meninggalnya belum tentu karena vaksinnya," kata Kepala Dusun Batu Bintang Desa Dauh Puri Kelod, Nyoman Mardika saat dihubungi, Senin (24/5).

Selain itu, korban juga diketahui memang sempat mendaftarkan diri sebagai peserta vaksin dan surat keterangan telah mengikuti vaksin juga sudah dibawa olehnya.

Advertisement

"Saya cuman dapat informasi kalau ada warga yang meninggal dunia," ujar Mardika.

Malanua ditemukan pada Senin (24/5) pagi tadi sekitar pukul 07.00 WITA. "Korban tinggal bersama istri dan anaknya. Namun pada awal Bulan Mei 2021 anak dan istrinya pulang ke kampung halaman di Jawa. Korban, memiliki riwayat darah tinggi sejak 2005," kata Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Doddy Monza.

Dari keterangan warga bernama Yanuar Rendi Wijaya, saat itu sekitar pukul 07.00 WITA, saksi tidak mendengar ada suaranya korban, padahal biasanya setiap pagi terdengar suara korban.

Advertisement

Selanjutnya saksi, mengecek ke kamar korban namun pintu kamar dalam keadaan tertutup. Pada saat itu saksi sempat mengetuk pintu kamar korban tetapi tidak ada jawaban. Saksi membuka pintu kamar dan melihat korban dalam keadaan tidur terlentang dan bagian mulut korban mengeluarkan busa dan darah.

"Melihat hal itu, saksi kemudian berusaha menyampaikan ke tetangga sebelah dan melaporkan kejadiannya kepada Kelian Banjar," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang dapat menyebabkan kematian korban dan diduga korban meninggal kerena sakit.

"Selanjutnya pada pukul 09.41 WITA mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar oleh ambulans BPBD Kota Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sambil menunggu pihak keluarga," ujar Monza.

Tidak Diautopsi

Pihak Rumah Sakit Umum (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, telah menerima jenazah pria asal Gorontalo Abdullah Malanua (43) dan tidak dilakukan autopsi. Jenazah yang tewas kamar indekosnya ini, langsung dibawa ke Banyuwangi, Jawa Timur, tempat tinggalnya istrinya.

Sepupu almarhum bernama Hadi (39) menyampaikan, pihak keluarga sepakat tidak dilakukan autopsi dengan alasan agar bisa cepat dikuburkan.

"Keluarga di sana (Banyuwangi) juga ingin cepat, kita ikhlas kan, agar jenazah tenang dan kita bawa pulang," kata Hadi di RSUP Sanglah, Senin (24/5).

Abdullah diketahui riwayat penyakit hipertensi. Pihak keluarga sudah mengantongi surat perjalanan untuk membawa jenazah ke Banyuwangi.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar, dr. Kunthi Yulianti mengatakan, dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Polisi sudah melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan kami, untuk menentukan cara kematian, itu memerlukan pemeriksaan dokter forensik, saksi, hingga pemeriksaan TKP. Jadi, dari polisi sendiri sudah menyerahkan jenazah ke keluarga. (Dan) dari polisi sudah selesai," kata Kunthi.

Dia tak ingin berspekulasi mengenai kematian almarhum yang terjadi usai dua hari mengikuti vaksinasi Covid-19. Karena, pihak RS belum menerima laporan mengenai jadwal vaksinasi yang dilakukan almarhum.

"Saya juga tidak tahu pasti apakah betul beliau habis divaksin, tapi kami melakukan pemeriksaan luar atas permintaan polisi, jadi dari polisi yang sudah investigasi di sana mengatakan cukup, maka jenazahnya bisa diserahkan ke keluarga maka kami mengikuti sesuai permintaan polisi, bahwa jenazah bisa diserahkan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menerangkan untuk mengetahui penyebab kematian almarhum harus dilakukan autopsi. Tetapi karena pertimbangan dari keluarga hingga investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian dirasa cukup, autopsi tak dilakukan.

"Jadi kalau dari pemeriksaan luar saya tetap mengatakan penyebab kematian tidak dapat ditentukan," ujarnya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.