Presiden Prabowo Subianto Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan
Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia usai menyelesaikan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025). Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo lepas landas dari Bandara Internasional Gimhae, Busan, Republik Korea dan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 18.35 WIB.
Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kedatangan Prabowo disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, dan Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi.
Selama berada di Gyeongju sejak 30 Oktober, Presiden mengikuti dua sesi APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM), melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin ekonomi anggota APEC. Prabowo juga menghadiri jamuan resmi oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.
Seruan Prabowo
Dalam AELM, Prabowo menyerukan penguatan kepercayaan dan kerja sama konkret di Asia Pasifik, pentingnya sistem perdagangan terbuka dan adil, serta kolaborasi dalam teknologi tinggi, kecerdasan buatan, dan ketahanan pangan.
Kepala Negara juga menekankan penguatan pendidikan, keterampilan digital, dan transisi energi berkelanjutan untuk masa depan kawasan yang inklusif.
Prabowo Ajak Negara-Negara APEC Perangi Kejatan Lintas Batas
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk bekerja sama memerangi kejahatan lintas batas seperti, penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika. Dia menegaskan hal tersebut dapat merusak stabilitas ekonomi kawasan jika tidak ditangani bersama.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat (31/10/2025).
"Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita," tegas Prabowo dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Jumat.
RI Berjuang Lawan Korupsi
Dia menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah berjuang melawan korupsi dan pebisnis-pebisnis serakah demi menciptakan pertumbuhan yang adil.
Dengan pengalaman-pengalaman itu, Indonesia siap berperan sebagai “bridge builder” antara ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan global.
"Kita memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil. Pengalaman-pengalaman ini mungkin menempatkan Indonesia sebagai penghubung ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan ke depan," jelasnya.
Disisi lain, Prabowo menegaskan bahwa pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta kerja sama multilateral dalam menghadapi kejahatan lintas batas merupakan kunci menuju kawasan Asia Pasifik yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Menyejahterakan Semua Pihak
Prabowo menyebut pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan menyejahterakan semua pihak. Menurut dia, kolaborasi pemerintah dan swasta harus berorientasi pada ekonomi yang berpusat pada rakyat.
"APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal. Kolaborasi pemerintah-swasta kita perlu berorientasi pada kerja sama dan ekonomi yang berpusat pada rakyat," tutur Prabowo.
Dalam forum ini, Prabowo memaparkan langkah nyata yang telah dilakukan Indonesia melalui program nasional pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta peningkatan akses digital dan keuangan yang membantu UMKM terintegrasi ke dalam rantai nilai global.
"Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan," ungkap Prabowo
Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan untuk memperkuat kerja sama nyata di bawah semangat multilateralisme, guna memastikan APEC memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat di kawasan.
"Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan ini," ucap Prabowo.