LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Presiden Jokowi hadiri Silatnas MTA III di Manahan Solo

Silatnas yang mengambil tema 'Merajut Kebhinekaan, Memperteguh NKRI' tersebut dihadiri 100 ribu peserta. Dalam kesempatan tersebut Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina mengukuhkan 64 perwakilan dan cabang MTA di 14 provinsi. Sehingga total ada 604 cabang dan perwakilan di seluruh Tanah Air.

2017-09-17 10:35:42
Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (17/9) menghadiri Silaturahim Nasional (Silatnas) Majelis Tafsir Al Quran (MTA) di Stadion Manahan, Solo. Hadir pula Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Silatnas yang mengambil tema 'Merajut Kebhinekaan, Memperteguh NKRI' tersebut dihadiri 100 ribu peserta. Dalam kesempatan tersebut Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina mengukuhkan 64 perwakilan dan cabang MTA di 14 provinsi. Sehingga total ada 604 cabang dan perwakilan di seluruh Tanah Air.

Perwakilan dan cabang MTA yang dikukuhkan dari Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jatim,Jateng, DIY, Kalteng, Jabar, Kalsel, Bali dan Papua.

"MTA ini murni lembaga dakwah, bukan bawahan partai politik dan tidak akan menjadi partai politik. MTA bukan golongan tertentu tapi satu kesatuan dengan umat Islam lain. Partai politik boleh berbeda, tapi MTA tetap menjadi bagian Islam," ujar Sukina.

Ia menyesalkan sampai saat ini masih ada sekelompok orang bahkan aparat yang menolak atau tidak menberikan ijin kegiatan MTA. Dengan kehadiran Presiden dan Ketua MPR ia berharap seluruh kegiatan MTA selanjutnya bisa berjalan lancar.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan kita sering lupa bahwa Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dalam kunjungan ke negara lain, dirinya selalu menyampaikan hal tersebut. Jokowi juga mengingatkan agar umat selalu menjaga persatuan demi ketuhan bangsa.

"Saya mengingatkan agar kita jaga persaudaraan, menjaga ukhuwah Islamiyah kita, Negara kita negara besar yang harus kita rawat bersama-sama. Berbeda suku, agama, bahasa tapi tetap dalam satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Jokowi mengatakan, negara lain belajar kepada Indonesia bagaimana mengelola keberagaman bangsa dan mengelola kebhinekaan. Banyak negara-negara Islam di dunia yang belajar tentang Indonesia.

"Islam di Indonesia adalah Islam yang rahmatan lil alamin. Negara lain memantau kita, mereka ingin belajar kepada Indonesia," tandasnya.

Terkait konflik Rohingya, Jokowi menegaskan sikap Indonesia tegas meminta kekerasan disana agar dihentikan. Bukan hanya kecaman, Indonesia sudah terlibat dalam penyelesaian konflik dan pengiriman bantuan kemanusiaan.

"Saya ingin mengajak keluarga MTA bergandengan tangan dengan komponen lain untuk menyebarkan kasih sayang, kerukunan. Untuk menjaga keberagaman dan kebhinekaan negara Indonesia," pungkas Jokowi.

Baca juga:
Girang ajak cucu ke mal, Jokowi bilang 'saya kan juga manusia biasa'
Malam mingguan di Solo, Jokowi temani cucu main kereta di mal
Presiden PKS minta pemerintah lebih aktif bantu Rohingya
Amien Rais sebut Jokowi hanya pencitraan beri bantuan ke Rohingya
Dukungan moril Jokowi buat KPK dalam lakukan operasi tangkap tangan
Jokowi belum penuhi janji hibahkan lima keris pribadi ke museum

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.