LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Presiden Jokowi apresiasi pembukaan sekolah pilot di Papua

"Semoga wisudawan MUFA ada yang keriting," kata Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, disambut tawa.

2016-03-06 01:02:00
Pilot
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pembukaan sekolah pilot Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Apalagi pendirian sekolah ini bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) setempat.

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, menyatakan pendirian sekolah penerbangan ini merupakan inovasi yang sangat diharapkan oleh Presiden.

"Bapak Presiden selalu berkata dalam rapat-rapat kabinet cari yang solusi, cari selalu hal yang seperti ini," ujar Lenis.

Hal ini dikatakan Lenis saat memberikan kata sambutan pada acara wisuda perdana penerbang MUFA di Ritz-Carlton, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3). Di sela acara wisuda juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara MUFA dan LMA yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO).

Tokoh adat Papua ini menambahkan, Presiden selalu menyebutkan bahwa untuk membangun negeri tidak saja harus selalu dari pihak pemerintah. Pihak swasta dan masyarakat juga punya andil.

"Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai MUFA di Papua. Semoga wisudawan MUFA ada yang keriting sekarang kan belum ada," tutur Lenis yang disambut tawa para hadirin.

Inovasi Mufa tersebut juga mendapatkan diapresiasi oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Menurut dia, bangsa Indonesia sekarang membutuhkan pihak yang tidak banyak bicara namun mengeluarkan produk nyata.

"Diam-diam tetapi mengeluarkan produk seorang penerbang inilah yang dibutuhkan," jelasnya.

Chief Executive Officer (CEO) PT MUFA, Dhany Rachman menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada LMA Papua. Pasalnya, para tetua suku tersebut memiliki keinginan kuat untuk menggali Potensi SDM putra dan putri di daerahnya.

"Sehingga diharapkan Papua yang selama ini kita ketahui dunia penerbangannya mengandalkan tenaga pilot dari luar Papua termasuk asing, pada suatu saatnya bisa dimaksimalkan pada pemanfaatan Pilot," jelas Dhany.

Baca juga:
Pilot Saudi tewas saat mendaratkan pesawat, penumpang panik
Lion Air buka peluang lulusan SMU jadi pilot
Lion Air klaim pencetak pilot terbanyak di Indonesia
Pelatihan pilot, Lion Air gandeng Airbus Training Center
BNNP Sumut tes urine awak pesawat di Bandara Kualanamu

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.