Presiden Jokowi akan Paksa BUMN Terima 1.000 Sarjana asal Papua
Jokowi juga mengakui bahwa mahasiswa asal Papua bisa berkompetisi bersama mahasiswa lain. Terbukti, saat di California bisa bertemu dengan 12 mahasiswa asal Papua.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/9). Dalam pertemuan tersebut, mantan Gubernur DKI ingin mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat Papua. Yaitu dengan memaksa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menerima mahasiswa Papua.
"Saya siang hari ini buka untuk BUMN dan perusahaan besar yang akan saya paksa, kalau prosedur kalau bisa dengan kewenangan saya gunakan. Untuk bisa menerima yang baru lulus mahasiswa dari tanah Papua. Saya akan paksa BUMN menerima yang baru lulus, mahasiswa dari tanah Papua. 1.000 dulu lah. Nanti akan saya atur lagi penempatan PNS di provinsi lain termasuk di eselon 1 dan 2," kata Jokowi di hadapan para tokoh Papua di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).
Dia mengatakan masalah saat ini yaitu ketersediaan lapangan kerja bagi mahasiswa. Beberapa kali juga sempat mendapat pertanyaan dari lulusan Papua. Mereka mahasiswa Papua, kata dia, bingung setelah lulus akan bekerja di mana.
Jokowi juga mengakui bahwa mahasiswa asal Papua bisa berkompetisi bersama mahasiswa lain. Terbukti, saat di California bisa bertemu dengan 12 mahasiswa asal Papua.
"Saya bangga karena di California ketemu 12 mahasiswa kita dari Papua. Sangat pintar-pintar, artinya mahasiswa kita di luar bukan sedikit, banyak. Tapi memang kita perlu lebih banyak dari itu," ungkap Jokowi.
Baca juga:
Jokowi Atur Waktu Kunjungi Papua untuk Resmikan Jembatan Holtekamp
Tokoh Papua Sumbang 10 Ha Tanah, Jokowi Bilang 'Tahun Depan Istana Dibangun di Sana'
Jokowi Setujui Usulan Pemekaran Wilayah di Papua dan Papua Barat
Update Kondisi BJ Habibie dari Para Tokoh Usai Menjenguk
Jokowi: Istana Presiden Dibangun di Papua Mulai Tahun Depan
Bertemu Presiden Jokowi, Tokoh Papua Minta Pemekaran Hingga Bangun Istana