Prarekonstruksi, David bantah membunuh Aipda Wayan
Dari keterangan David disesuaikan prarekonstruksi, ada sedikit kejanggalan terhadap keterangan pelaku.
Pria warga negara Inggris, David James Taylor menyangkal telah melakukan tindakan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa anggota Polsek Kuta Aipda Wayan Sudarsa. Dalam keterangannya di BAP, David menceritakan kronologis bagaimana dirinya hingga dilibatkan sebagai pelaku.
Ia justru mengaku belum mengerti hingga sampai masuk daftar pencarian orang (DP0) yang dikeluarkan Polisi. "Bisa saja pelaku membuat alibi agar dirinya terhindar dari tuduhan. Karenanya kita lakukan olah TKP atau prarekonstruksi sementara di lokasi. Tadi subuh kita gelar," ungkap sumber penyidik di Polresta Denpasar, Sabtu (20/8).
Dari keterangan David disesuaikan prarekonstruksi, ada sedikit kejanggalan terhadap keterangan pelaku. Disampaikannya, prarekonstruksi di gelar pukul 04.00 wita, Sabtu (20/8).
Kegiatan yang berlangsung selama 1 jam 20 menit itu, hanya seputar posisi dan keberadaan pelaku saat kejadian. Prarekonstruksi yang dipimpin IPDA I Ketut Rayun kasubnit dengan melibatkan 1 unit Sat Reskrim Polresta Denpasar.
"Maksud dan tujuan prarekonstruksi tersebut adalah untuk menguatkan keterangan David James Taylor saat di BAP," tutur penyidik.
Informasinya dalam prarekonstruksi tersebut David James Taylor didampingi oleh penerjemahnya dan melakukan 10 adegan. Diterangkannya bahwa sekitar pukul 21.00 wita, David bersama kekasihnya Sara Connor masuk ke pantai melalui pintu utara.
Saat itu mereka meletakkan tas yang berisi bir di pantai, sementara mereka menuju ke air untuk bermain. Sialnya, saat balik dari berenang di malam hari, didapati tas milik Sara sudah hilang.
Saat itu mereka berdua berusaha mencari hingga keluar pantai, kemudian David masuk lagi ke pantai sementara kekasihnya menunggu di trotoar pinggir jalan. Saat akan kembali menuju di tempat kekasihnya, dirinya menemukan sebuah HP dan saat itu terlihat ada korban terlentang di atas pasir. "Akunya saat itu dirinya baru lihat korban setelah keliling cari tasnya. Bahkan dia mengaku sempat membantu korban saat itu," akunya.
Dijelaskan juga olehnya disaat dirinya melihat korban, juga melihat ada tiga orang yang tidak dikenal duduk tidak jauh dari lokasi.
Dikonfirmasi Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, membenarkan diadakannya prarekonstruksi tersebut yang digelar saat subuh. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan guna mengkroscek keterangan dari pelaku dalam BAP. Dipastikannya dalam prarekonstruksi ini baru menghadirkan David dan baru sebatas prarekonstruksi.
Baca juga:
Berdasarkan bercak darah, 2 WNA diduga bunuh Aipda Sudarsa diburu
Diduga kuat membunuh Aipda Sudarsa, David dan Sara Connor dibekuk
2 Bule akui aniaya Aipda Sudarsa karena mengintip mereka pacaran
Pasangan bule di Bali bunuh polisi saat sedang mabuk
Jejak dua bule dalam tewasnya Aipda Sudarsa