Prabowo-Sandi kalah terus disurvei, Djoko Santoso minta timses kerja dua kali lipat
Salah satu agenda rapat adalah mencermati hasil survei berbagai lembaga yang menyatakan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi masih tertinggal dari pesaingnya Jokowi-Ma'ruf Amin. Djoko memberi arahan untuk menyusun strategi.
Sejumlah jajaran Direktur Eksekutif Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melakukan rapat internal bersama Ketua BPN Djoko Santoso. Rapat dilaksanakan di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).
Salah satu agenda rapat adalah mencermati hasil survei berbagai lembaga yang menyatakan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi masih tertinggal dari pesaingnya Jokowi-Ma'ruf Amin. Djoko memberi arahan untuk menyusun strategi.
"Kan kita bilang ini kita sudah semakin dekat maka kita harus bekerja paling tidak dua kali lipat lah. Kan selalu kita yang namanya survei kan kalah terus ya itu sebagai warning saja lah," katanya usai rapat.
Mantan Panglima TNI itu tak menjelaskan detail terobosan atau strategi yang bakal dilakukan untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi. Dia hanya ingin tim tetap kerja keras dan semangat.
BPN juga memiliki survei internal Prabowo-Sandi. Dari hasilnya, angkanya tidak tertinggal jauh seperti hasil survei survei lain.
"Kalau menurut Pak Hashim (Djojohadikusumo) selisihnya tidak sebesar itulah, kalau bagi saya survei itu tidak terlalu penting, paling penting kalau memang kita masih dibilang kalah ya kita harus kerja lebih keras," imbuhnya.
Beberapa lembaga telah merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dari hasil survei yang telah keluar, elektabilitas Jokowi masih unggul dibanding Prabowo. Namun, Prabowo masih bisa mengejar ketertinggalan karena masa kampanye masih lama. Sekitar 7 bulan. Semua masih bisa berubah.
Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin lebih unggul dibandingkan dengan Prabowo-Sandi. Di mana elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin 60,4 persen sedangkan Prabowo-Sandi hanya 29,8 persen.
LSI Denny JA merilis hasil survei yang dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 lalu. Pada survei tersebut pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki elektabilitas 52,2 persen.
Hasil penelitian terbaru lembaga survei Indikator menunjukkan, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul atas rivalnya pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo dan Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 57,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 32,3 persen.
Alvara Research Center juga pernah merilis hasil survei nasional. Hasilnya pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul 53,63 persen dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,2 persen.
Baca juga:
Fadli Zon luruskan pernyataan Prabowo soal berdikari & tidak akan impor
Tim Prabowo-Sandi tak gentar hadapi Yusril sebagai kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf
Yusril gabung Jokowi, PAN yakin keluarga Masyumi tetap dukung Prabowo
Gerindra: Kader PBB belum tentu ikut Yusril dukung Jokowi
Yusril pernah menolak ajakan Sandiaga gabung kubu Prabowo
Prabowo tolak impor, Ma'ruf Amin setuju impor asal tak berlebihan