Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Harga Minyak
Fluktuasi harga minyak mentah dunia memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan energi nasional, termasuk penerimaan negara.
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut membahas dampak dinamika harga minyak mentah global terhadap Indonesian Crude Price (ICP), sekaligus arah kebijakan sektor energi dan pertambangan nasional.
Dalam pertemuan itu, pemerintah menilai fluktuasi harga minyak mentah dunia memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan energi nasional, termasuk penerimaan negara.
"Membahas beberapa perkembangan, termasuk yang pertama adalah harga Crued BBM terhadap ICP. Yang kedua juga kita membahas tentang penataan tambang ke depan yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara dan itu terkait dengan implementasi daripada Pasal 33," jelas Bahlil kepada wartawan usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Optimalkan Pendapatan Negara dari Sektor Sumber Daya Alam
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor sumber daya alam, baik dari tambang lama maupun pengembangan baru. Menurut dia, upaya tersebut akan dilakukan melalui penguatan skema kerja sama yang adaptif dan menguntungkan negara.
"Itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal dan ini kita akan menggunakan contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas kita," tuturnya.
"Migas kita itu kan ada cost recovery, ada growth split, mungkin pola-pola itu yang akan kita coba exercise untuk kita bangun untuk bisa melakukan kerja sama dengan pihak swasta," sambung Bahlil.