Prabowo: Mata uang lemah cermin ekonomi yang lemah
Calon Presiden Prabowo Subianto menilai, pelemahan nilai tukar mata uang rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika menjadi salah satu tanda bahwa ekonomi Indonesia sedang tidak baik.
Calon Presiden Prabowo Subianto menilai, pelemahan nilai tukar mata uang rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika menjadi salah satu tanda bahwa ekonomi Indonesia sedang tidak baik.
"Dibuktikan dengan mata uang kita rupiah yang melemah. Mata uang lemah adalah cermin daripada ekonomi yang lemah. Kalau ekonomi kuat, mata uang kita kuat," kata Prabowo di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).
Prabowo menjelaskan, lima tahun lalu 1 dolar sama dengan Rp 9.000 namun sekarang 1 dolar telah Rp 15.000. Nilai rupiah merosot sebesar Rp 6.000.
"Berarti turun nilainya Rp 6.000. Rp 6.000 dari Rp 9.000 dua pertiga. Hilang kekayaan 30 persen. Bayangkan kita harus tambah upaya untuk mendapatkan hasil yang sama," ungkapnya.
Masalah ekonomi lainnya, lanjut Prabowo, kekayaan Indonesia masih dikuasai pihak lain. Adanya deret permasalahan itu, mantan Danjen Kopassus ini menyimpulkan kondisi ekonomi Indonesia memang sedang terpuruk.
"Jadi kesimpulan semua indikator menunjukkan kita dalam kondisi tidak baik," ucapnya.
Baca juga:
Utang RI tembus Rp 4.363 triliun, ini kata Sri Mulyani
Rupiah melemah, utang Indonesia sampai Agustus tembus Rp 4.363 triliun
BI apresiasi pengusaha Surabaya yang ramai-ramai jual Dolar
Bank Dunia prediksi defisit transaksi berjalan RI 2,4 persen di 2018, ini alasannya
Rupiah kembali menguat tinggalkan level Rp 14.900-an per USD
Rupiah kembali terkapar ke level Rp 14.915 per USD