Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat, Transformasi Ekonomi Berlandaskan Pancasila
Presiden Prabowo Subianto menyadari bahwa masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaat dari kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa manfaat dari kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Dia menilai bahwa transformasi ekonomi Pancasila merupakan solusi yang diperlukan. Prabowo menyatakan bahwa kekayaan alam Indonesia sangat melimpah, namun manfaatnya masih belum dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat. Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk melakukan transformasi ekonomi.
"Saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, sebagai mandataris rakyat, yang disumpah dihadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa," kata Prabowo dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).
Dia menegaskan pentingnya transformasi ekonomi nasional, dari yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang benar-benar berdasarkan Pancasila. Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk komoditas strategis yang sangat dibutuhkan oleh industri modern, seperti tembaga, timah, emas, dan logam tanah jarang.
"Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Dan sekarang kita sudah suasem pada pangan. Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," ujarnya.
Namun, ia juga mencatat bahwa banyaknya kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.
Prabowo menambahkan, "Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat." Ia mengungkapkan keprihatinan bahwa selama ini, sebagian besar nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia dinikmati oleh pihak luar.
"Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," imbuh Prabowo Subianto. Dengan demikian, dia menekankan perlunya langkah konkret untuk memastikan bahwa kekayaan alam dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila Bukan Sekedar Slogan
Presiden Prabowo Subianto mengangkat isu pemerataan ekonomi dalam refleksi peringatan Hari Lahir Pancasila. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Prabowo juga menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar slogan, tetapi seharusnya menjadi acuan dalam bernegara dan membangun ekonomi nasional. Ini adalah poin penting yang menjadi perhatian Prabowo Subianto.
“Pancasila juga tidak boleh sekedar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” ungkap Prabowo dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).
Tantangan Pembangunan Ekonom
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dia mengajak semua pihak untuk lebih sadar akan kondisi yang ada saat ini dibandingkan dengan tujuan yang ingin dicapai.
"Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi," ujarnya.
Dia juga mencermati tren pertumbuhan ekonomi nasional yang menunjukkan perkembangan positif. Namun, di sisi lain, dia mempertanyakan apakah pertumbuhan tersebut telah dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang," tegasnya.
Pada tanggal 1 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri. Upacara ini merupakan momen penting untuk memperingati Hari Lahir Pancasila yang dirayakan setiap tahun pada tanggal yang sama. Dalam pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di mimbar upacara sekitar pukul 09.56 WIB, di mana ia terlihat berjalan dengan diiringi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri. Megawati, yang mengenakan kebaya merah, terlihat berjalan di belakang Prabowo dan Gibran.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin, serta para menteri dari Kabinet Merah Putih. Kehadiran mereka menambah makna dari perayaan ini, yang tidak hanya sekedar seremonial, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, upacara ini menjadi simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam menjunjung tinggi ideologi Pancasila sebagai dasar negara.