LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Prabowo Ingin Nelayan Indonesia Dipermudah Berlayar di Natura

Prabowo Ingin Nelayan Indonesia Dipermudah Berlayar di Natura. Oleh karena itu, Prabowo berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan meminta agar izin bagi nelayan dipermudah untuk dapat berlayar di perairan Natuna.

2020-01-16 21:27:00
Menhan Prabowo Subianto
Advertisement

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyayangkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan China terjadi usai dirinya pulang ke negeri Tirai Bambu itu, yakni Desember 2019 lalu. Di mana konflik terjadi saat China memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia.

"Pak Prabowo sejak awal menyayangkan setelah kunjungan beliau kenapa ada peristiwa ini. Kan sebenarnya peristiwa ini sudah terjadi sejak lama dan dugaan kita akan terus terjadi. Nah, makanya yang ingin didorong Pak Prabowo adalah selain De Jure itu milik kita, De Facto juga harus kita manifestasikan," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Oleh karena itu, Prabowo berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan meminta agar izin bagi nelayan dipermudah untuk dapat berlayar di perairan Natuna.

Advertisement

"Kenapa? Karena aktivitas ekonomi yang tinggi di daerah itu akan membuat deklarasi bahwa secara De Facto itu juga milik kita. Itu adalah hak berdaulat kita," tegasnya.

Prabowo Sangat Hati-Hati

Menurut Dahnil, alasan Prabowo tak ingin 'arogan' dalam selesaikan permasalahan ini dikarenakan berpikir hubungan ke depannya. Sebab, masih ada cara penyelesaian demi menjaga kedaulatan negara.

Advertisement

"Nah ini kan caranya kalau hak berdaulat kan cara diplomasi dan sebagainya. Kalau pendekatannya militer justru merusak diplomasi dan yang dipersalahkan Indonesia. Oleh sebab itu, Pak Prabowo hati-hati sekali karena ini terkait diplomasi kita jangka panjang," katanya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.