Prabowo Diminta Merancang Pertahanan Negara Baru Mengajukan Pembelian Alutsista TNI
Prabowo menyatakan, kondisi alutsista Indonesia sangat tua dan mendesak untuk segera diperbaharui.
Ketua Centra Initiative dan Anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, Al Araf mencurigai adanya rencana pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) sebesar Rp 1,75 kuadriliun untuk agenda Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Hal tersebut terlihat kata Al-Araf lantaran Prabowo adalah ketua Umum Partai Gerindra dan memiliki kontestasi disurvei yang cukup populer untuk 2024.
"Posisi Menteri Pertahanan sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dan punya potensi berbagai survei, serta apa memang realitas semua itu kecurigaan apakah kemudian kontestasi 2024, kecurigaan ini wajar-wajar saja," katanya dalam diskusi virtual 'Polemik Anggaran Alutsista', Sabtu (5/6).
Adapun kecurigaan tersebut yaitu pertama Kementerian pertahanan hingga saat ini belum membuat device white paper atau buku putih pertahanan negara. Kemudian tidak dijelaskan postur pertahanan, tiba-tiba minta anggaran.
"Terutama dalam rancang pertahanan tersebut harusnya pemerintah membuat lima strategis produk pertahanan. Baru kemudian kita bisa lebih tentang alokasi anggaran," ujar dia.
Kedua kata dia, proses pengajuan anggaran alutsista yang tidak cukup baik. Dalam kontestasi politik, dia menilai sektor pertahanan adalah ladang basah dalam konteks keuangan.
"Sering kali sering kali berlindung dalih rahasia negara. Karena asumsi mendasar tadi, tiba-tiba wajar," ungkapnya.
Baca juga:
Rapat 7 Jam, Anggota DPR Sebut Prabowo Tak Jelaskan Rencana Pembelian Alutsista
DPR: Kenapa Menhan dan TNI Tertutup Soal Pembelian Alutsista?
VIDEO: Menhan Prabowo Kenapa Ya?
Beban Anggaran Kemhan Demi Borong Alutsista
Jubir Menhan: Ingat, Pertahanan Bukan Cost tapi Investasi sebagai Bangsa dan Negara
Pensiunan Baret Merah Kopassus Pengawal Presiden & Lima Wapres, Luar Biasa Kisahnya
Penjelasan Prabowo Soal Pengajuan Pembelian Alutsista
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membeberkan hasil Rapat kerja bersama Komisi I DPR yang berlangsung hampir tujuh jam. Rapat digelar tertutup karena menyangkut keamanan dan pertahanan negara.
Prabowo mengaku dalam rapat itu diminta menjelaskan rencana induk pertahanan Indonesia. Termasuk anggaran ribuan triliun pengadaan Alutsista.
“Saya diminta menjelaskan tentang konsep rencana induk ke depan kita sudah menyusun itu, ya kita sering bahas, banyak pertanyaan. Ya ada juga isu-isu di luar dan sebagainya saya jelasnya satu persatu,” kata Prabowo di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (2/6).
Prabowo menyatakan, kondisi alutsista Indonesia sangat tua dan mendesak untuk segera diperbaharui.
“Alutsista kita sudah tua, sudah saatnya memang mendesak harus diganti, kebutuhan-kebutuhan sangat penting dan kita siap menghadapi dinamika lingkungan startegis yang berkembang dengan sangat pesat,” tegasnya.
Meski demikian, pengadaan dan rencana pembiayaan lewat pinjaman luar negeri menurutnya masih dibahas dan belum final.
“Rencana ini masih kita godok bersama Bappenas,” pungkasnya.