LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PPP Jateng Sebut Penangkapan Romahurmuziy Berpengaruh Pemilih Milenial

Untuk memenangkan PPP di bursa Pemilu 2019, Masrukan mengaku akan terus menemui alumni dari berbagai pondok pesantren yang rata-rata usianya di bawah 35 tahun.

2019-03-26 22:15:00
Ketum PPP Ditangkap KPK
Advertisement

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah menyebut tertangkapnya Ketum Romahurmuziy oleh KPK berpengaruh kehilangan elektabilitas suara kalangan milenial pada konstestasi Politik 17 April 2019 nanti. Sebab, Rommy dianggap sebagai sosok ideal dalam partai berlambang Ka'bah itu.

"Tapi dengan kasus itu, kajian kami ada dua sikap. Milenial yang punya hubungan primordial dengan PPP yang juga disebut santri milenial, kemungkinan tetap akan memilih PPP. Namun milenial yang sama sekali tidak ada hubungan primordial PPP sepertinya ragu untuk memilih," kata DPW PPP Jateng, Masrukan Syamsurie saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (26/3).

Dia menyebut partainya sudah memiliki massa milenial ideologis santri yang tergabung dalam komunitas Santri Gayeng. Terbukti suara Santri Gayeng sudah teruji dalam Pilgub 2018 kemarin. Dimana Santri Gayeng bagian sekumpulan anak muda berbasis pendidikan pesantren yang masuk jaringan PPP.

Advertisement

"Kelompok ini tetap akan mendukung PPP dan pasangan capres nomor 01 meskipun Rommy terkena kasus," akunya.

Ke depan, Masrukan akan terus berusaha memenangkan PPP pada Pemilu 2019. Terkait kasus Rommy yang kini terkena kasus tidak berpengaruh pada gerakan pemilih ideologisnya.

"Tapi kalau untuk eksternal, seperti pemilih milenial bisa jadi berdampak. Sebab, kaum milenial sebetulnya sudah menemukan figur ideal pada Rommy yang jejak pendidikannya bagus, lulusan ITB dan penguasaan ilmu agamanya tidak diragukan lagi," jelasnya.

Advertisement

Untuk memenangkan PPP di bursa Pemilu 2019, Masrukan mengaku akan terus menemui alumni dari berbagai pondok pesantren yang rata-rata usianya di bawah 35 tahun.

"Santri Gayeng sebagai pemilih setia PPP beranggapan bahwa kasus Rommy ibarat menimpa seorang sopir bus yang lagi ada masalah dan kini sopirnya sudah diganti. Jadi tidak ada masalah dengan busnya," ungkapnya.

Kemudian untuk massa milenial di luar komunitas santri, ia akan meminta para caleg melakukan pendekatan persuasif. "Kami optimistis target mininal 10 kursi untuk DPRD Jateng akan tercapai," tutup Masrukan Syamsurie.

Baca juga:
Suharso Monoarfa Gantikan Romahurmuziy di Posisi Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi
Bersama Suharso Manoarfa, Kader Bertekad Kembalikan Nama Besar PPP
Ketua DPW PPP Jatim Mangkir Pemeriksaan KPK Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag
Kasus Romahurmuziy, KPK Periksa Tokoh PPP Jawa Timur
Jelang Pencoblosan, PPP Jaga Basis Suara di Luar Negeri
Di Survei Tak Lolos Parlemen, PPP dan PAN Sepakat Ada Perubahan Ambang Batas

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.