LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PPNI Ungkap Data Perawat yang Terindikasi Terpapar Covid-19

"Ini data awal bagi para perawat tenaga medis, hasil angkanya berasal dari pantauan internal dan kesediaan pengisian form," kata Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah.

2020-05-04 14:35:36
Perawat
Advertisement

PPNI sampaikan data internal pantauan perawat Indonesia yang terdampak Virus Covid-19 pada, Senin (04/5). Data ini disiapkan PPNI secara mandiri dari kesediaan tenaga medis mengisi form yang telah disiapkan.

"Ini data awal bagi para perawat tenaga medis, hasil angkanya berasal dari pantauan internal dan kesediaan pengisian form," kata Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah saat dihubungi merdeka.com, Senin (4/5).

Dari data internal PPNI menujukkan angka perawat tenaga medis yang ODP (Orang Dalam Pemantauan) 593 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 47 orang, dan OTG (Orang Tanpa Gejala) 93 orang.

Advertisement

Selain itu, dari data tersebut angka meninggal akibat Covid-19 mencapai 18 orang dan positif angka positif Covid-19 ada 50 orang. Sedangkan angka yang dirawat ada 65 pasien dan angka sembuh 3 orang.

Atas tersebut, Harif menjelaskan bahwa data ini merupakan data hasil pantauan dari internal dan masih banyak kekurangan, karena cukup banyak perawat tenaga medis yang belum mengisi form tersebut.

Namun, dia mengimbau kepada para perawat tenaga medis untuk tetap mematuhi prinsip-prinsip pencegahan Covid-19, disiplin pakai alat pelindung diri (APD), pastikan kondisi sehat saat menangani pasien dan selalu berpikir positif.

Advertisement

Sulit Dapatkan Data dari Pusat

Sementara itu, Harif tidak menampik bahwa sampai saat ini untuk mendapatkan data dari pemerintah pusat secara detail itu sulit.

"Kita sulit mendapatkan data dari pemerintah, ya karena mungkin dengan kondisi saat ini sulit untuk membagi-bagi datanya secara detail," ujarnya.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.