PPNI Sebut 110 Perawat di Jatim Positif Covid-19
Nursalam menyebut, hal itu dikarenakan beban kerja yang tinggi hingga menyebabkan imunitas sang perawat turun. Untuk itu, dia berharap perawat dapat menjaga nutrisi vitamin dan istirahatnya.
Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Surabaya semakin banyak yang tertular virus Corona atau Covid-19. Selain dokter, total sebanyak 110 perawat kini sudah dinyatakan confirm Covid-19.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam MNurs mengatakan, sebanyak 110 perawat yang dikonfirmasi positif terpapar Corona ini tersebar diberbagai wilayah di Jatim. Dari 110 perawat yang terpapar Covid-19, tujuh di antaranya meninggal dunia termasuk lima perawat di Surabaya.
"Dari data PPNI Jatim, Surabaya masih menempati peringkat pertama dengan 49 perawat yang terpapar Covid-19. Disusul Sidoarjo ada sembilan perawat, Tulungagung tujuh perawat, Probolinggo dan Jombang masing-masing empat perawat," katanya, Senin (22/6).
Dia menyebut, disusul wilayah Madiun, Malang, Banyuwangi dan Sumenep masing-masing dua perawat. Terakhir di Kediri ada satu perawat.
Dikonfirmasi soal tertularnya para perawat tersebut, Nursalam menyebut, hal itu dikarenakan beban kerja yang tinggi hingga menyebabkan imunitas sang perawat turun. Untuk itu, dia berharap perawat dapat menjaga nutrisi vitamin dan istirahatnya.
"Salah satunya itu (beban kerja). Selain itu, agar masyarakat mau jujur saat ditangani petugas medis agar jumlah perawat yang terpapar COVID-19 tidak semakin bertambah," tandasnya.
(mdk/fik)