LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PPDB Tangsel diperpanjang, orang tua murid geruduk posko permasalahan

PPDB Tangsel diperpanjang, orang tua murid geruduk posko permasalahan. Kehadiran para orang tua ke posko permasalahan ini lantaran masih mengalami sejumlah kendala saat melakukan pendaftaran secara online.

2018-07-10 15:22:53
Penerimaan siswa baru
Advertisement

Posko permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online kota Tangerang Selatan di SMPN 11 kota Tangsel dipadati orang tua calon pendaftar, Selasa (10/7) pagi. Kehadiran para orang tua ke posko permasalahan ini lantaran masih mengalami sejumlah kendala saat melakukan pendaftaran secara online.

"Saya sudah dari kemarin ternyata masalah belum tuntas. Enggak ngerti saya sama cara kerja orang Dinas di Tangsel," kata Rima, orang tua calon siswa asal Pondok Bentung, Tangsel.

Dia mengungkapkan, saat ini anaknya terkendala masalah nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak singkron. Padahal sebelum masa perpanjangan, NIK sang anak calon peserta didik baru terkonfimasi dan masuk dalam sistem.

Advertisement

"Ini kan aneh, saya harusnya bisa urus yang lain, malah cuma bolak-balik urus ini. Anak saya banyak, kerjaan rumah juga numpuk," kesalnya sambil menggendong si bungsu.

Advertisement

Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan, sejak Senin 9 Juli kemarin melakukan perpanjangan masa pendaftaran. Hal ini disebabkan erornya sistem PPDB online di Tangsel sejak hari pertama pensaftaran pada 4 Juli 2018 kemarin.

Dalam website :ppdb.dindikbudtangsel.com tertulis 7 poin informasi terbaru, yang ditujukan bagi pendaftar PPDB online tingkat SMP negeri itu.

Kepala Dinas Pendidikan kota Tangsel, Taryono menyatakan, perpanjangan waktu pendaftaran dari sebelumnya di jadwalkan tanggal 4 sampai 7 Juli diperpanjang hingga 11 Juli 2018 besok.

"Kami memohon maaf, karena memang ada perbaikan-perbaikan di sistem. Tim kami sedang bekerja untuk itu, supaya ini menjadi lebih baik," kata dia.

Selanjutnya, bilang Taryono, bagi calon pendaftar yang masih menemui masalah, saat pendaftaran, bisa menyambangi posko permasalahan PPDB online di SMPN11 di Rawa Buntu, Serpong.

"Untuk konfirmasi permasalahan pendaftaran, silahkan mendatangi posko SMP N 11 TangSel. Bagi yang akan melakukan pendaftaran, silahkan daftar melalui PPDB Online," kata dia.

Selanjutnya, jika tak ada lagi kendala sampai tanggal 11 Juli atau di masa akhir periode perpanjangan waktu pendaftaran, bilang Taryono, pengumuman calon peserta didik baru tingkat SMP negeri bisa dilihat tanggal 12 Juli.

"Pengumuman akan diumumkan pada tanggal 12 Juli 2018 pukul 17:00 WIB Daftar ulang dilakukan pada tanggal 12 Juli 2018 dan 13 Juli 2018," tandasnya.

Sementara siswa baru dan lama akan mulai masuk tahun ajaran baru pada tanggal 16 Juli 2018. "Kepada para pengguna yang telah melakukan pendaftaran silahkan gunakan menu login untuk mengetahui status pendaftaran yang telah dilakukan dan ikuti instruksi selanjutnya. Untuk yang belum melakukan pendaftaran dapat menggunakan menu "Daftar PPDB 2018," ucap Taryono.

Meski sampai hari kedua perpanjangan masa pendaftaran ini, masih ditemui sejumlah kendala teknis. Dirinya yakin pelaksanaan PPDB online dapat berjalan optimal sesuai waktu yang ditetapkan.

"Sudah semua berjalan optimal, kami minta orang tua jangan panik, ada perpanjangan waktu ini bisa dilakukan untuk daftar. Kemarin sudah dua hari kami maintenance, insa allah semua lancar," kata dia.

Lisa warga Pondok Aren, mengakui masih ada kekacauan dalam persoalan PPDB online tahun ini. Dia yang juga mendaftarkan anaknya pada PPDB online tahun 2017 lalu, mengaku tak mengalami kendala separah tahun ini.

"Ini benar-benar kacau, masih lebih baik tahun lalu. Padahal baru pertama sistem online tapi masih lebih baik, meski juga terjadi masalah," ucapnya.

Kekacauan PPDB online yang anaknya alami, lantaran data sang anak terhapus, padahal nilai anak dan zonasi anaknya, lebih baik dari anak lain yang berada dalam satu zonasi namun nilai USBN lebih kecil.

"Masa anak saya kalah sama temanya yang nilainya lebih kecil. Kita sama sama dalam zonasi, satu kelurahan, satu sekolah SD nya. Tapi anak saya malah tersingkir, sedangkan temannya yang nilainya jatuh masih bisa bertahan. Ini sistemnya pasti ngaco," kata dia.

Baca juga:
Lewat telepon, Ganjar marahi kepala sekolah karena tak verifikasi SKTM
Banyak orang kaya di Jateng mengaku miskin, manfaatkan SKTM untuk daftar SMA
Anaknya tak diterima, orang tua murid segel SMP 23 Kota Tangerang
Ombudsman Jabar: Sekolah favorit rawan lakukan praktik jual beli kursi
Surat miskin disalahgunakan untuk daftar sekolah, Ombudsman turun tangan
Sengkarut PPDB online Tangsel, waktu pendaftaran diperpanjang
Ketua DPR minta Polri usut pungli dan penyalahgunaan SKTM untuk PPDB

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.