LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Potret miris warga perbatasan, keluar masuk hutan demi dapat sembako

Potret warga perbatasan di Apau Kayan, Malinau, Kalimantan Utara dengan Malaysia, begitu memprihatinkan. Demi dapat sembako, mereka melalui jalan rusak parah. Bahkan mereka bisa sampai bermalam di tengah belantara hutan tropis dan aliran sungai.

2017-08-24 14:07:27
Pembangunan Perbatasan
Advertisement

Potret warga perbatasan di Apau Kayan, Malinau, Kalimantan Utara dengan Malaysia, begitu memprihatinkan. Demi dapat sembako, mereka melalui jalan rusak parah. Bahkan mereka bisa sampai bermalam di tengah belantara hutan tropis dan aliran sungai.

Akses jalan warga Apau Kayan menuju ke kabupaten di provinsi tetangga, Long Bagun, di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, rusak demikian parah dan tidak ada perawatan 17 tahun terakhir.

Ada ragam aktivitas warga perbatasan. Selain membeli sembako di Mahulu, juga ikut menumpang mobil dobel gardan berangkat ke Mahulu. Risiko di depan mata, apabila mereka diadang hujan deras, maupun usai guyuran hujan.

"Kalau sudah jalan rusak, itu mobil bisa ikutan rusak karena jalannya memang rusak parah. Mesin kan panas kalau lewat jalan begitu (berlumpur)," kata warga Malinau, Yogi saat berbincang bersama merdeka.com, Kamis (24/8).

"Kalau sudah mobil yang angkut sembako rusak, mau tidak mau warga ini mesti jalan kaki, tembus sana sini di jalan hutan. Yang menyedihkan ya itu tadi, kalau habis hujan, ataupun kalau sedang diguyur hujan," ungkapnya.

Beratnya medan yang mesti melalui kubangan lumpur dan sungai, lantaran minimnya jembatan membuat warga terkadang merasa bertaruh nyawa.

"Kalau jalan kaki, ya bisa berhari-hari. Pastinya bermalam di hutan. Karena ya itu tadi, mobil rusak. Padahal itu sudah mobil dobel gardan," terangnya.

Kondisi itu membuat tidak sedikit warga yang berpikir dua kali untuk beli sembako di provinsi tetangga, Kalimantan Timur. Solusinya, warga mendapatkan sembako maupun BBM dari Malaysia, di kawasan Tapak Mega.

"Mau tidak mau ya begitu," demikian Yogi.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.