Potret kemiskinan, warga Banten tinggal di bekas kandang kambing
Potret kemiskinan, warga Banten tinggal di bekas kandang kambing. pria berusia 52 tahun ini harus merelakan anak–anaknya tidur di bekas kandang kambing dan kandang ayam. Lebih miris lagi, 13 anak Sarbni juga tidak pernah merasakan mengenyam pendidikan.
Tidak mampu memperbaiki rumah akibat diterjang banjir lima tahun lalu, Sarbini terpaksa tinggal di bekas kandang kambing. Dia tinggal bersama 13 anaknya di kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten.
Sarbini yang sehari-hari bekerja buruh serabutan terpaksa tinggal di gubuk kayu bekas kandang kambing. Tempat itu sama sekali tak layak untuk dijadikan rumah.
Sarbini yang telah ditinggal sang istri meninggal dunia lima tahun lalu, tak mampu membangun kembali rumahnya. Keterbatasan ekonomi jadi salah satu faktor penyebabnya. Karena itu dia bersama 13 anaknya terpaksa tinggal di gubuk tersebut.
"Rumah sudah lima tahun lalu ambruk makanya kita tinggal di sini (kandang kambing). Mau gimana lagi, mau bangunnya saja enggak punya uang. Saya di sini sejak 91-an. Asli orang sini," kata Sarbini, Rabu (2/8).
Karena keterbatasan dan tidak ada bantuan dari pemerintah, pria berusia 52 tahun ini harus merelakan anak–anaknya tidur di bekas kandang kambing dan kandang ayam. Dia harus rela tidur dengan gubuk apa adanya dan bocor saat hujan.
"ya tidur di sini saja semuanya, anak-anak yang kecil sama saya di bekas kandang ayam. Kalau yang gede di samping bekas kandang kambing. Saat hujan turun, bocor di berbagai tempat. was-was, khawatir sama anak-anak takut ini ambruk juga" ungkapnya.
Lebih miris lagi, 13 anak Sarbni juga tidak pernah merasakan mengenyam pendidikan. "Sekolah enggak punya biaya. Padahal mah deket sekolahan. Tapi ya saya mah ke anak saya bilang. Di sekolah belajar, di sini juga belajar sama bapak. Saya mah ngajarin anak saya saja," katanya.
Hingga kini Sarbini yang tidak pernah merasakan bangku sekolah hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Sembari berharap adanya bantuan dari pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Serang.
(mdk/noe)