PON Riau tidak terganggu dugaan korupsi
"Harapan kita proses berjalan, proses hukum berjalan menurut anu-nya, jalannya sendiri," ujar Andi Mallarangeng.
Dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) tidak mengganggu pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau nanti. Waktu berlangsungnya acara ini dilaksanaan bersamaan dengan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK.
"Harapan kita proses berjalan, proses hukum berjalan menurut anu-nya, jalannya sendiri," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Istana Negara, Senin (11/6).
Menurut Andi, kasus yang menimpa beberapa pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Riau sudah dilaksanakan oleh KPK. Sedangkan, hambatan yang terjadi hanya terkait beberapa bangunan olahraga yang belum selesai sepenuhnya.
"Kalau itu tentu saja berjalan sendiri, proses hukum berjalan. Ada beberapa kendala yang beberapa waktu lalu sudah disampaikan ada 7 venue masih di bawah 60% dari progresnya, seperti billiar, bowling, softball, baseball, gulat, futsal dan sebagainya," ujar dia.
Keterlambatan pembangunan itu diakibatkan penggunaan dana yang bersumber dari APBD terhambat. Pasalnya, pemerintah provinsi Riau tengah menggodok APBD Perubahan dan belum terlaksana sampai saat ini.
"Pembahasan untuk dana dari APBD untuk itu yang sedang terhambat karena pembahasan di APBD untuk perubahan, sampai sekarang belum terlaksana. Sehingga dana APBD untuk menyelesaikan itu terhambat," tambah Andi.
Permasalahan itu sudah dilaporkan Andi bersama Gubernur Riau Rusli Zainal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, laporan yang diberikan tidak membahas kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemprov Riau.
"Tidak, tidak langsung (bahas korupsi). Kita bahas masalah venue dan kemudian kendala pembahasan di DPRD, itu yang dilaporkan Gubernur," pungkas Andi.(mdk/war)